Anggaran 2017 Dikurangi, Nasib Guru Tenaga Kontrak Masi Belum Jelas
Penghematan anggaran sebesar 17% dari pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) membuat kuatir anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Min
Penulis: | Editor:
Laporan Wartawan Tribun Manado Fionalois Watania
TRIBUNMANADO.CO.ID, AMURANG - Penghematan anggaran sebesar 17% dari pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) membuat kuatir anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Minsel.
Pasalnya penghematan tersebut, dikuatirkan berdampak kurang baik bagi nasib para guru, khususnya tenaga kontrak di lingkungan pemerintah kabupaten Minsel.
"Tahun depan yang saya cemaskan adalah hak dari guru tenaga kontrak. Apakah nasib mereka diperhatikan atau tidak," ujar Billy Regar kepada Tribun Manado, Senin (15/11/2016).
Menurut politikus dari Partai Hanura ini, tahun depan juga ada pelimpahan wewenang khusus guru-guru tingkat SMA/SMK sederajat dari Kabupaten ke Provinsi.
"Mengenai aturan tersebut saya belum tahu pasti Petunjuk Teknisnya seperti apa. Namun beberapa waktu lalu kami sempat ingatkan ke Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk dapat berkoordinasi dengan provinsi mengenai masalah tersebut," ujarnya.
Dia berharap agar pemerintah memerhatikan kesejahteraan guru Tenaga Kontrak. "Di Minsel jumlah guru tenaga kontrak cukup banyak. Saya harap ada perhatian dari pemerintah Provinsi," kuncinya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ilustrasi-guru_20160614_224007.jpg)