Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Hillary-Trump Ketat Rupiah Menguat

Pertarungan Hillary Clinton dan Donald Trump ternyata secara global malah membuat sejumlah mata uang mengalami penguatan.

Editor: Fernando_Lumowa
New York Times
Calon presiden AS Hillary Clinton dan Donald Trump berjabat tangan sebelum memulai debat calon presiden, Selasa (27/9/2016), di New York, AS. (New York Times/Damon Winter) 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Besaran nilai tukar rupiah justru menguat tipis saat berlangsungnya pemilihan Presiden Amerika Serikat (AS). Pertarungan Hillary Clinton dan Donald Trump ternyata secara global malah membuat sejumlah mata uang mengalami penguatan.

Di pasar spot, Selasa (8/11) kurs rupiah mencatatkan penguatan 0,04% menjadi Rp 13.081 per dollar AS. Sementara itu menurut kurs tengah Bank Indonesia, rupiah mengalami melemah dari penutupan Senin (7/11) diangka Rp 13.0782 menjadi Rp 13.090 per dollar AS.

"Rata-rata menguat tipis terhadap dollar AS, hanya won saja yang menurun karena digoncang isu domestik Presidennya diterpa demonstrasi," ujar David Sumual, Ekonom PT Bank Central Asia Tbk, Selasa (8/11).

Sementara itu menurutnya yang membuat terjadinya penurunan tipis rupiah lebih disebabkan karena ekspekatsi pasar karena dari hasil jajak pendapat Hillary Clinton sedikit mengungguli Donald Trup. Dengan terpilihnya Hillary kecenderungan akan terjadinya terjadinya pengetatan moneter akhir tahun semakin dekat.

Baginya dalam perdagangan kemarin isu pemilu AS masih cukup menjadi sentimen yang cukup mendominasi. Dari dalam negeri pertumbuhan ekonomi yang turun tipis beberapa hari lalu dinilai tak banyak berpengaruh karena masih dalam ekspektasi pasar.(ktn)

Sumber: Kontan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved