Sabtu, 11 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

3 Minggu Hilang di Hutan, Setly Bertahan Dengan Telan dan Teguk Ini Hingga Ditemukan

"Saya tersesat saat hendak pulang, mau tidak mau harus puasa selama lima hari."

Penulis: | Editor: Fransiska_Noel
Tribun Manado
Pencarian Tim SAR dan masyarakat Desa Desa Tumani Selatan terhadap Serly Mamahit, warga setempat yang dilaporkan hilang akhirnya berbuah manis. 

Laporan wartawan Tribun Manado Fionalois Watania

TRIBUNMANADO.CO.ID, AMURANG - Pencarian Tim Gabungan SAR dan masyarakat Desa Desa Tumani Selatan Kecamatan Maesaan Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Sulawesi Utara membuahkan hasil.

Setly Mamahit, warga setempat yang dilaporkan hilang itu akhirnya berbuah manis.

Pada Jumat (4/11/2016) sore, Setly ditemukan pertama kali oleh Ando Rumondor yang tergabung dalam satu di antara tujuh tim yang dibagi sebelumnya.

Setly sendiri dilaporkan hilang sejak 31 Oktober lalu.

Saat itu dia pergi ke kebun. Terakhir terlihat pada 28 Oktober.

tersesat

Akhirnya keluarga dan warga pun langsung mencarinya.  

Hal ini disampaikan langsung oleh Petra Kaloh, Hukum Tua Desa Tumani Selatan.

"Setly dilaporkan hilang oleh keluarganya sejak 31 Oktober dan terakhir kali terlihat pada 28 Oktober. Dia pergi ke kebun saat diperkirakan hilang. Keluarga dan warga sudah melakukan pencarian selama seminggu dan tidak ada hasilnya," katanya.

Akhirnya Tim SAR dari Manado juga dilibatkan ada sekitar 20 orang yang diutus untuk melakukan pencarian.

Baca: Kapolri Sebut Ada Kelompok yang Cari Keuntungan pada Demo 4 November

Baca: Ahmad Dhani Merasa Difitnah. Ini Penjelasan Ramdhan Alamsyah

Baca: Anak Buah Dimas Kanjeng, Tugas Saya Cuma Duduk dan Memutar Tasbih

Pencarian dimulai sekitar jam 13.00 Wita siang hari Minggu oleh gabungan masyarakat dan Tim SAR.

Dia menambahkan, koordinasi antara pemerintah Desa Tumani Selatan dan masyarakat serta Tim SAR yang membantu pencarian akhirnya menemukan Setly Mamahit dalam keadaan selamat.

tersesat

Pria berusia 50 tahun itu ditemukan dalam kondisi yang lemah dekat Pondok yang ada disekitar Perkebunan Lanak Desa Tumani Selatan.

Karena sudah tidak makan beberapa hari, membuat Setly sudah tak sanggup berjalan dan akhirnya diangkat oleh Tim SAR.

Diwawancara pasca penyelamatan, Setly mengatakan dia sanggup bertahan selama lima hari hanya dengan memakan pisang.

"Saya tersesat saat hendak pulang, mau tidak mau harus puasa selama lima hari. Jika mendapatkan pohon pisang baru saya makan sedangkan minum dari air sungai," ujarnya.

Sebagai informasi Setly Mamahit keluar rumah untuk ke kebun pada tanggal 18 Oktober silam.

Selain Tim SAR, Tim Relawan Tompaso Baru dan Maesaan juga turut membantu.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved