8 Ribu Anjing Belum Disuntik Rabies di Minsel

Diperkirakan 60 persen atau 16.000 ribuan dari 24.679 ekor anjing di Minahasa Selatan yang sudah divaksin rabies.

8 Ribu Anjing Belum Disuntik Rabies di Minsel
FACEBOOK via UPI.com
Maya, saat menunggu di depan RS di Alicante, Spanyol. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, AMURANG - Diperkirakan 60 persen atau 16.000 ribuan dari 24.679 ekor anjing di Minahasa Selatan yang sudah divaksin rabies. Sisanya kurang lebih 8 ribuan masih perlu diberikan vaksin.

Demikian dikatakan Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Minsel, Frans Tilaar.

Kata dia, dipilihnya Minsel sebagai lokasi digelarnya acara 'Pencanangan Gerakan Pengendalian Rabies Terintegrasi dalam rangka Peringatan Hari Rabies se-Dunia Tingkat Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) tahun 2016' bukan tanpa alasan.

Berdasarkan data dari Dinkes Provinsi Sulut, Minsel memiliki kasus kematian akibat rabies tertinggi dari kabupaten kota lainnya.

Dinkes Sulut menyerahkan bantuan berupa ribuan dosis vaksin anti rabies. "Ada 2000 dosis vaksin yang diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Steven Kandouw pada acara tersebut dan diterima langsung oleh Bupati Minsel, Christiany Eugenia Paruntu," katanya, Jumat (4/11).

Lanjut Tilaar, khusus Minsel saat ini sudah dilatih 30 orang vaksinator yang akan menyuntik anjing dengan vaksin. "20 orang adalah tenaga yang baru dilatih. Sementara jika dijumlahkan dengan keseluruhan vaksinator ada 30 orang," ujarnya.

Lebih jauh, dia menjelaskan, saat ini, tim vaksinator sudah turun ke desa untuk menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

"Kendala yang mereka temui saat berkunjung ke rumah warga untuk menyuntik, sebagian anjing tidak ada di rumah karena kultur orang Minahasa yang sering membawa anjing ke kebun dalam perburuan menangkap hewan yang diincar," katanya.

Dia mengaku, hal tersebut membuat sebagian anjing belum divaksin. Tilaar mengatakan, tim difokuskan pada daerah yang memiliki kasus rabies.

"Saat ini dari total anjing di Minsel sebanyak 24.679, yang sudah difaksin adalah sebanyak 16-ribuan atau sekitar 60 persen," ungkapnya.

Dia berharap agar apabila warga mengetahui ada kasus rabies di desa tertentu untuk segera memberitahukan di kantor Distanak. Tilaar juga menekankan agar warga yang memelihara anjing memiliki kesadaran untuk menyuntikan vaksin mulai dari anjing berumur tiga bulan. *

Penulis:
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved