Koperasi Bisa Kelola Pasar Lelang dan Resi Gudang
Koperasi bisa menjadi pilihan mengelola pasar lelang dan Sistem Resi Gudang (SRG).
Penulis: | Editor: Fernando_Lumowa
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Koperasi bisa menjadi pilihan mengelola pasar lelang dan Sistem Resi Gudang (SRG). Karena lembaga tersebut memiliki sistem yang bisa menjalankannya.
"Koperasi bisa menjadi pilihan untuk pelaksanaan pasar lelang dan Sistem Resi Gudang (SRG)," ujar Meindro Bayu Kusworo, dari Bappebti Kementerian Perdagangan dalam Sosialisasi Publikasi Pasar Lelang dan Sistem Resi Gudang di Manado, Rabu (2/11).
Kusworo menambahkan sebab koperasi memiliki anggota yang nantinya bisa memanfaatkan pasar lelang dan SRG. Oleh karena itu koperasi bisa menjadi wadah untuk mengelolanya. "Jika nantinya telah jalan pasar lelang dan SRG memiliki banyak keuntungan bagi pedagang dan petani," ungkapnya.
Dia akui pasar lelang dan SRG yang ada belum berjalan sesuai harapan. Oleh karena perlu perbaikan-perbaikan yang dilakukan sehingga nantinya bisa sesuai dengan harapan. Sebab pasar lelang seperti di Belanda berjalan efektif. "Di Belanda pasar lelang, komoditas yang diperdagangkan bunga. Karena telah berjalan puluhan tahun sehingga menjadi acuan harga bunga dunia," katanya.
Begitu pula dengan SRG yang menjadi acuan adalah Amerika Serikat dan India. Di negara tersebut telah berjalan baik sehingga menguntungkan petani yang memiliki komoditas.
Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulut Darwin Muksin mengungkapkan kendati pasar lelang belum maksimal tapi sudah memberikan manfaat kepada petani produsen dan IKM yang dapat melakukan transaksi melalui pasar lelang.
"Hal ini dibuktikan dengan terjadinya transaksi yang didominasi komoditi pertanian dan perikanan seperti jagung, kopra arang tempurung, hasil perikanan dan produk IKM. Dari transaksi tersebut sedikit yang gagal serah dan gagal bayar karena pada umumnya transaksi on the spot," katanya.
Sedangkan SRG dilakukan perlu ada terobosan dalam pola pemasaran komoditas pertanian sehingga petani masih berpeluang mendapatkan keuntungan. Alasannya, harga komoditas pertanian biasanya fluktuatis apalagi pada saat panen raya dengan terjadinya penurunan harga yang tentunya berpotensi merugikan petani. Di sisi lain saat saat kemarau akan membuat minimnya komoditas pertanian berdampak meningkatkan harga yang juga berpotensi meningkatkan inflasi.
Pasar lelang dan Sistem Resi Gudang memperbaiki pola pasaran komoditas. Dengan instrument ini diharapkan petani akan mendaparkan pendanaan dari sisi resi gudang. Ini dapat membantu pemerintah mengendalikan inflasi dikarenakan terjamin pasokan dan permintaan produk pangan guna menjaga stabilitas harga perbaikam distribusi. "Perbaikan harga jual dari petani sampai ke pembeli dan mencegah aksi spekulan yang merusak harga," ungkapnya.
Kabid Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Sulut Hanny Wajong mengungkapkan di Sulut sudah banyak petani dan pelaku IKM merasakan manfaat adanya pasar lelang. "Sepanjang 2016 telah digelar delapan kali pasar lelang dengan total nilai transaksi sedikitnya 40 miliar rupiah," ujarnya.