Badan Karantina Pertanian Buka Peluang Ekspor ke Australia dan Cina
Badan Karantina Pertanian Republik Indonesia mengadakan pertemuan dengan pihak Australia, Rabu (2/11) di Hotel Aryaduta Manado.
Penulis: Nielton Durado | Editor: Andrew_Pattymahu
Laporan wartawan Tribun Manado Nielton Durado
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Badan Karantina Pertanian Republik Indonesia mengadakan pertemuan dengan pihak Australia, Rabu (2/11) di Hotel Aryaduta Manado.
Menurut Banun Hartini Kepala Badan Karantina Pertanian Republik Indonesia kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kerjasama dan membuka peluang Ekspor ke Australia.
"Meski hubungan Indonesia dan Australia sudah sangat baik, namun kami mengadakan Pertemuan ini untuk mereview kembali peluang ekspor apa saja yang dimiliki Indonesia terutama dalam hal pangan yang bisa di ekspor kesana," jelas dia.
Lanjut, berbagai regulasi yang diterapkan oleh Australia juga akan dipenuhi semaksimal mungkin agar nantinya produk yang dikirimkan kesana sudah memenuhi standar dari Australia.
"Target kami kedepannya bukan hanya Australia tapi Cina, dan beberapa negara eropa juga akan kami buka kerjasama, upaya ini sebagai bukti nyata dari pemerintah RI untuk meningkatkan jumlah ekspor ke berbagai negara-negara Asia dan Eropa," ujarnya.
Pertemuan ini juga disikapi dengan baik oleh Kepala Balai Karantina Kelas Satu Manado Junaidi. Ia menambahkan nantinya dengan dibukanya kerjasama antara Indonesia dan Australia, maka Sulut juga harus mempersiapkan diri.
"Saya Pikir Sulut juga harus mempersiapkan dirinya menghadapi kerjasama ini, karena semua daerah pasti akan memanfaatkan peluang ini, jadi kami harus senantiasa mempersiapkan potensi hasil alam Sulut yang nantinya dijual ke negara lain," tandasnya. (nie)