Selasa, 14 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Tribun Manado TV

(VIDEO) Setiap 1 Januari Keluarga Wantania-Kaurow Ibadah di Monumen Ini

Monumen Keluarga Wantania-Kaurow di Desa Dimembe Minahasa Utara, dibangun sejak 2007.

Penulis: | Editor: Alexander Pattyranie

Laporan Wartawan Tribun Manado, Ferdinand Ranti

TRIBUNMANADO.CO.ID, AIRMADIDI - Monumen Keluarga Wantania-Kaurow di Desa Dimembe Kecamatan Dimembe, Minahasa Utara (Minut), dibangun sejak 2007, monumen ini dibangun atas persetujuan dari keluarga.

Sekeluarga ini meninggal akibat menghilangnya pesawat Adam Air Boeing 737-400 pada 1 Januari 2007 silam.

Hilangnya keluarga Wantania-Kaurow membuat sanak saudara hingga saat ini masih berduka.

Monumen diresmikan Mantan Bupati Minut Sompie Singal.

Tribun Manado menyambangi kediaman keluarga Wantania di Desa Matungkas, Selasa (25/10/2016).

Magdalena Wantania, adik dari almarhum Joppy Wantania mengaku hingga saat ini masih berduka.

"Saya bersaudara menghadiri pernikahan keponakan di Surabaya, tanggal 27 Desember berangkat ke Surabaya, keponakan Elny Wantania menikah 28 Desember, saya pulang duluan ke Manado 29 Desember. Awalnya mereka keluarga yang hilang ingin saya berangkat bersama dengan mereka, namun saya memilih berangkat ke Manado duluan," Kata Magdalena.

Saat itu, mereka satu keluarga pulang ke Manado, di mana cuaca saat itu hujan deras.

"Sebelum take off, mereka sempat menelepon bahwa pesawat segera berangkan, dan hingga saat ini ilang jejak, kami dapat info pesawat Adam Air hilang melalui berita," kata dia.

Lanjutnya satu keluarga yang hilang yakni pasangan suami istri, Bapak Joppi Wantania dan Ibu Marry Kaurow, serta seorang anak Elni Wantania bersama suaminya Randy, Anak ke-2 Melva Wantania, Anak ke-3 Cindy Wantania
Bersama keponakan yakni Tira.‎

‎Lanjut Magdalena, ide membuat monumen itu dari keluarga.

"Monumen dibangun di tanah mereka. Memang setiap natal 26 Desember kami natal bersama. Ide membuat monumen adalah kesepakatan bersama rukun Wantania dan Kaurow. Kami saat ini masih sedih, berharap kakak saya dan keluarganya bisa ditemukan, meskipun dalam kondisi apapun," tuturnya.

Magdalena menilai, Sosok kakaknya itu merupakan sosok yang baik hati dan suka berbaur dengan masyarakat.

"Kalau ditemukan betapa senangnya, biar dalam keadaan apapun. Kami serahkan pada Tuhan, Setiap tanggal 1 Januari kami merayakan berupa ibadah bersama mengenang keluarga Wantania-Kaurow," kata dia lirih.

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved