Perusahan Daerah Tomohon Kecipratan Rp 6 M
Pemerintah Kota Tomohon mengajukan perubahan peraturan daerah tentang penyertaan modal.
Penulis: Ryo_Noor | Editor: Andrew_Pattymahu
TRIBUNMANADO.CO.ID,TOMOHON - Pemerintah Kota Tomohon mengajukan perubahan peraturan daerah tentang penyertaan modal.
Langkah itu diambil untuk memuluskan rencana Pemkot Tomohon mengucurkan dana sebesar Rp 6 miliar ke Perusahaan Daerah.
Pemkot saat ini punya dua Perusahaan Daerah yakni Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dan Perusahan Daerah Pasar (PD Pasar). Selain itu Pemkot pun menyertakan modal di Bank Sulut.
Wali Kota Tomohon Jimmy Feidie Eman berharap, pengajuan perubahan atas peraturan daerah (Perda) Kota Tomohon Nomor 1 Tahun 2014 tentang penyertaan modal daerah Kota Tomohon bisa diterima oleh DPRD Tomohon,
"Rancangan peraturan daerah tentang perubahan untuk lebih meningkatkan kerjasama dan investasi Pemerintah Kota Tomohon," kata dia.
Adapun Rp 6 Miliar tersebut merupakan penyertaan modal daerah yang akan direalisasikan sampai tahun 2019
Plt Dirut PDAM Marthen Gosal mengakui, Perda Penyertaan modal memang ditujukan untuk menunjang operasinal PDAM.
Hal ini untuk menindaklanjuti proposal dana hibah dari Kementerian Pekerjaan Umum bantuan sambungan air gratis untuk masyarakat.
Syaratnya sebelum dana itu mengucur, Kata Gosal infrastruktuur sambungan air untuk masyarakat harus ditanggulangi dulu oleh PDAM.
"Itu salah satu pra syaratnya. Jika sudahh dipenuhi maka dana hibah akan mengucur sebagai pengganti dana yang sudah dikeluarkan," kata dia.
PDAM tentu butuh dana segar bangun infrastruktur jaringan air, sebab itu sebelum menerima hibah, butuh kucuran dana dari Pemerintah
"Perda penyertaan Modal itu diiminta oleh Kementerian PU sebagai jamainan untuk hibah air minum," ujar Gosal.
Sebenarnya jaringan air PDAM sudah mencapai 7000 sambungan ke pelanggan, namun masalah yang membelit PDAM belakangan ini, sambungan PDAM menyusut tinggal 3850.
Dengan penyertaan modal pemerintah, PDAM berencana menambah 3000 jaringan baru dari tahun 2017 sampai 2019.
Estimasi biayanya, untuk 1 sambungan menghabiskan biaya Rp 2 juta. Semisal untuk membangun 1000 sambungan berarti membutuhkan biaya Rp 2 miliar
Namun, Gosal mengatakan, sambungan air itu nantinya akan diberikan ke pelanggan secara cuma-cuma alias gratis
"Program ini merupakan program Joko Widodo, targetnya 2019 semua masyarakat sudah bisa menikmati layanan air bersih," pungkasnya. (ryo)