Oknum Pegawai BPN Terima Amplop Jadi Tersangka

Setelah menjalani pemeriksaan oleh Unit III Tipikor Satuan Reskrim Polres Minahasa, ML (53), warga Malendeng.

Oknum Pegawai BPN Terima Amplop Jadi Tersangka
IST
Ilustrasi pungutan liar (pungli). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO - Setelah menjalani pemeriksaan oleh Unit III Tipikor Satuan Reskrim Polres Minahasa, ML (53), warga Malendeng ditetapkan sebagai tersangka.

Dia tertangkap tangan menerima sejumlah uang dari pembuat sertifikat tanah pada Senin (25/10).

ML yang merupakan pegawai Badan Pertahanan Nasional (BPN) Minahasa tersebut diduga melakukan tindakan pemerasan terhadap korbannya yang melakukan pengurusan terhadap sertifikat pengalihan hak tanah. Sebab itu merupakan subbagian yang dikepalainya di BPN Minahasa.

"Sudah ditetapkan sebagai tersangka, kasusnya yaitu pemerasan," kata Iptu Edy Kusniadi, Kasat Reskrim Polres Minahasa, Selasa (25/10).

Ia menjelaskan, bahwa tersangka ini diduga jika ada orang yang hendak melakukan pengurusan sertifikat balik nama, menawarkan kemudahan namun harus membayar sejumlah uang yang ditentukan oleh tersangka sendiri.

Sejauh ini dua korban yang sudah diperiksa, yaitu JN dan TS. "Kalau JN dimintai Rp 800 ribu dan TS dimintai uang Rp 750 ribu, jadi seputaran itu uang yang diminta tersangka, kami masih mau mintai keterangan dari beberapa orang lagi," kata dia.

Ia menambahkan, sudah ke kantor BPN Minahasa meminta data beberapa orang yang membuat sertifikat tanah balik nama. "Kami nanti mau minta keterangan dari mereka yang sudah pernah membuat sertifikat balik nama," katas Kusniadi.

Dijelaskannya, dalam operasi tangkap tangan kemarin, tersangka dipergoki anggota polisi saat tengah menerima uang dari JN warga yang membuat sertifikat. "Kan yang diminta oleh tersangka adalah Rp 800 ribu, namun yang dimasukkan oleh korban ke dalam amplop hanya Rp 400 ribu," kata dia.

Menurutnya, sebenarnya sertifikat balik nama milik JN sudah jadi dan ditandatangani sejak bulan Agustus. "Sebenarnya tinggal diserahkan saja ke JN, namun tersangka ML ini mempersulit, dan meminta sejumlah uang kepada JN ini, seakan-akan untuk membantu, padahal mau memeras," ujar dia.

Ia menambahkan, saat ini sementara didalami lagi berapa lama tersangka melakukan aksinya, serta berapa banyak warga yang menjadi korban. "Tersangka tidak ditahan, hanya dikenakan wajib lapor saja, namun barang bukti uang Rp 400 ribu dalam amplop kami tahan," ujar dia. *

Penulis: Alpen_Martinus
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved