Tribun Manado TV
(VIDEO) Akibat Hujan, Pohon dan Kios di Bibir DAS Tondano Ambruk
Bukan hanya pohon roboh, sebuah rumah makan sekaligus kios milik Titi Sanger (43), terbuat dari bambu dan papan yang menempel di pohon ikut roboh.
Penulis: Alpen_Martinus | Editor: Alexander Pattyranie
Laporan Wartawan Tribun Manado Alpen Martinus
TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO - Hujan deras yang terjadi di Minahasa, Sulawesi Utara, menyebabkan sebuah pohon besar di pinggir Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano tepatnya di Liningaan perbatasan Tondano Barat dan Timur, roboh, Senin (24/10/2016).
Pohon yang roboh langsung melintang di badan sungai, sebagian dahannya menimpa jembatan, namun hanya besi pembatas jembatan yang patah.
Bukan hanya pohon saja yang roboh, sebuah rumah makan sekaligus kios milik Titi Sanger (43) yang terbuat dari bambu dan papan yang bagian bangunannya menempel di pohon ikut roboh.
Rumah makan tersebut juga melekat di tembok kantor BRI cabang Tondano, dan hanya ditopang dengan bambu sebagai pijakan, sebab terletak di bibir DAS Tondano.
Saat kejadian, menurut Titi Sanger ada dua orang sementara makan."Saya dengar bunyi "kretek", saya bilang kepada mereka keluar saja, bukan mau mengusir, jangan sampai terjadi sesuatu," jelas dia.
Saat dua orang tersebut keluar, dirinya mengambil kompor bersama tabung gasnya untuk dibawa keluar.
"Saat sudah keluar, pohon dan kantin langsung rubuh," jelas dia.
Hanya kompor dan tabung gasnya yang bisa dikeluarkan, sementara lainnya seperti bahan jualan, meja, lemari dan beberapa barang lainnya ikut jatuh ke sungai.
Nampak setelah itu, ada yang datang untuk mengambil barang di sungai yang masih bisa diselamatkan menggunakan perahu.
Kejadian tersebut sontak menjadi tontonan warga yang kebetulan berlalu-lalang di situ, sehingga membuat jalan sempat macet, akhirnya Polantas Polres Minahasa datang untuk melakukan pengamanan lalulintas, jalan jembatan ditutup sementara, pengendara diminta untuk berjalan ke arah lain.
Sementara itu, BPBD Minahasa datang dengan perlengkapan dan personil untuk membersihkan aliran sungai, batang pohon dipotong menggunakan chainsaw (mesin gergaji), parang, kemudian ditarik ke atas jembatan, dan diangkut menggunakan mobil sampah.
"Saya tadi mendapat laporan dan langsung turun ke lokasi, untuk membersihkan pohon yang roboh dari aliran sungai, sebenarnya bibir sungai seperti ini tidak boleh ada bangunan, akibatnya kan seperti ini," jelas Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Minahasa, Meiske Kalalo.
Sementara itu, Muhammad Fadjari Pimpinan Cabang BRI Tondano mengatakan, sebenarnya pemilik kantin sudah diminta untuk pindah ke belakang kantor kami supaya lebih aman, tapi belum pindah, nah sekarang kita masih berikan tempat di belakang kantor," jelasnya.
Ia menambahkan, pemilik kantin juga merupakan nasabah BRI.
"Jelas kita berikan bantuan, baik berupa modal dan bahan untuk dijual, kita tetap bantu, apalagi ini adalah nasabah kami," ujar dia.
Hingga sekarang porses pembersihan masih terus dilakukan, BPBD Minahasa bersama warga, RAPI, relawan, juga anggota Polantas.