Kamis, 9 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Soal Kasus Munir, Rachlan Nashidik: Bila Benar, Sungguh Tercela Perbuatan Presiden

Partai Demokrat berbalik menanyakan kenapa Presiden Jokowi harus berprasangka kepada Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono

Editor: Andrew_Pattymahu
IST
Mantan inisiatif pembentukan Tim Pencari Fakta (TPF) kematian Munir, Rachlan Nashidik. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Partai Demokrat berbalik menanyakan kenapa Presiden Jokowi harus berprasangka kepada Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono atas dugaan hilangnya dokumen kematian aktivis HAM Munir dari Tim Pencari Fakta (TPF).

Inisator pembentukan TPF Munir, Rachlan Nashidik menjelaskan nama yang direkomendasikan TPF untuk diperiksa, sudah sebagian besar diadili dan dipidana.

"Presiden Jokowi sengaja angkat isu dokumen hilang dan alihkan perhatian publik? Sungguh tercela sekali jika benar," kata dia melalui pesan singkat, Jakarta, Senin (23/10/2016).

Rachlan juga mempertanyakan komitmen Jokowi dalam penuntasan kasus masa lalu jika memamerkan prasangka berencananya kepada SBY.

Apalagi, kata dia, jika ada keinginan dari presiden untuk menimbulkan  inisiatif SBY agar menegakkan keadilan bagi Munir diteruskan.

"Bila itu benar, sungguh tercela perbuatan Presiden karena ia mempermainkan hukum dan rasa keadilan," jelas Rachlan yang juga sebagai Juru Bicara Partai Demokrat itu.

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved