Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kumelembuai Jual Air Bersih Murah Meriah

Air merupakan satu di antara sumber kehidupan. Masalah air kerap mencuat ketika dilanda musim kemarau.

Penulis: Ryo_Noor | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO/RYO NOOR
Air Terjun Ranowawa Kumelembuai 

TRIBUNMANADO.CO.ID, TOMOHON - Air merupakan satu di antara sumber kehidupan. Masalah air kerap mencuat ketika dilanda musim kemarau. Kelurahan Kumelembuai bisa menjadi contoh mengelola air secara mandiri.

Belajar dari pengalaman itu, kelurahan di Tomohon Timur, Kota Tomohon mulai mengembangkan program jaringan air mandiri.

Lurah Kumelembuai, Johny Pangemanan, mengungkapkan, kampung yang terletak di area perbukitan ini mengandalkan sumber mata air dari hutan lindung Mahawu.

Dari sumber mata air, di bangun jaringan pipa sepanjang 2,8 kilometer, hanya mengandalkan kekuatan gravitasi air kemudian ditampung ke bak penampung yang berada di kampung. "Jaringan pipa ini sebenarnya sudah ada sejak 20 tahun lalu, cuma ketika itu belum maksimal," kata dia.

Mengandalkan bantuan pemerintah, jaringan pipa dibangun lebih representatif. Meski punya jaringan bagus, namun Pangemanan mengungkapkan, perlu ada pengelolaan profesional layaknya perusahaan air minum daerah.

Maka dibuatlah jaringan pipa ke setiap rumah yang berada di Kemelembuai. Sedikitnya ada 320 titik sambungan jaringan pipa ke rumah warga.

Agar terkendali, maka diterapkan sistem meter air. "Jadi akan terukur penggunaan air warga itu lewat meter," jelas dia.

Harga air per kubik ditetapkan Rp 750. "Jadi sangat murah harga airnya," kata dia. Ia menjelaskan, pada awal-awal, sebenarnya pengelolaan air tidak menggunakan meteran. Air bebas digunakan tanpa terukur. Hal ini jadi tak maksimal karena air banyak terbuang.
"Akibatnya air susah dibagi rata," ungkap dia.

Setelah itu baru ditetapkan penggunaan meter "Tujuannya agar masyarakat diajarkan disiplin menggunakan air. Jika tidak dipakai dimatikan, digunakan secukupnya meski air melimpah," ungkapnya.

Agar profesional, Kelurahan lanjut Pangemanan membentuk lembaga pengelola terpisah dari pemerinta kelurahan untuk menangani persoalan air.

Dari iuran air yang dibayarkan warga dimanfaatkan untuk membayar biaya operasional lembaga pengelola air Kelurahahn, termasuk biaya pmeliharaan. "Jika ada kerusakan jaringan, biaya pengeluaran diambil dari iuran yang dibayar warga," kata Pangemanan.

Bahkan saat musim kemarau lalu, Kelurahan Kumelembuai termasuk wilayah yang tidak kesulitan air. Kata Pangemanan, kebutuhan air disuplai dari alam, sebab itu sumber mata air di Mahawu harus dilestarikan. *

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved