Liando: Sidak Adalah Fenomena yang Sementara Naik Daun
Hampir semua Kepala daerah di Sulawesi Utara (Sulut) mulai rutin memantau permasalahan dan kinerja anak buahnya di lapangan
Penulis: | Editor: Andrew_Pattymahu
TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO- Hampir semua Kepala daerah di Sulawesi Utara (Sulut) mulai rutin memantau permasalahan dan kinerja anak buahnya di lapangan atau biasa disebut ispeksi mendadak (sidak).
Melihat kondisi ini, Dr Ferry Liando, pakar ilmu politik dan pemerintahan kampus Universitas Sam Ratulangi mengatakan, marak sidak adalah fenomena baru yang sementara naik daun.
Bahkan ia melihat saat ini telah terjadi ketimpangan antara pejabat yang memiliki visi dan misi dengan aparat pelaksana di lapangan.
Apa yang diharapkan oleh pimpinan tidak mampu dilaksanakan oleh para Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah.
Selain itu laporan kinerja aparat pelaksana dilapangan yang disampaikan kepada atasannya, kerap jauh dari fakta yang sebenarnya. Atau lebih dikenal dengan sebutan ABS (Asal Bapak Senang).
"Saya melihat saat ini laporan kinerja lebih bersifat manipulasi agar menyenangkan atasannya. Atau PHP (Pemberi Harapan Palsu),"kata Liando, Rabu (12/10) via seluler.
Sementara ia melihat Inspektorat yang diberikan tugas untuk mengawas jalannya Pemerintahan, memiliki keterbatasan dari aspek kelembangaan, dan Sumber Daya Manusia (SDM).
Bahkan tidak lagi terdorong untuk mengali permasalahan yang jelas - jelas merugikan masyarakat.
Apalagi kewenangan untuk melakukan pengawasan yang melekat pada lembaga tersebut, tidak berfungsi dengan baik.
Entah difaktori oleh kedekatan, atau ikut terlibat dalam memanipulasi fakta.
"Terlalu banyak keluhan - keluhan publik terhadap pelayanan pemerintah yang dilakukan aparat pelaksana seperti suap, ketidak adilan, pelayanan yang lambat dan perilaku aparat yang buruk,"kata Liando.
Meski Sidak berdampak positif untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah, tapi juga akan menjadi permasalahan baru.
Dimana kebiasaan untuk tidak melakukan tugas - tugas yang dibidangi akan tumbuh subur seperti kena pupuk.
"Ini virus dan pimpinan daerah harus membasminya. Kalau tidak sekarang, mau tunggu kapan lagi,"tukas Liando. (lix)