Alami Pendangkalan, Pelabuhan Kotabunan Tak Lagi Disinggahi Kapal

Kini tinggal perahu yang berani bersandar di Pelabuhan kelas III Kotabunan Bolaang Mongondow Timur (Boltim).

Alami Pendangkalan, Pelabuhan Kotabunan Tak Lagi Disinggahi Kapal - pelabuhan-kotabunan_20161008_052721.jpg
Kondisi Pelabunan Kotabunan yang Tak Lagi Disinggahi Kapal
Alami Pendangkalan, Pelabuhan Kotabunan Tak Lagi Disinggahi Kapal - pelabuhan-kotabunan_20161008_052743.jpg
Pendangkalan terjadi di Pelabunan Kotabunan

Laporan Wartawan Tribun Manado Aldi Ponge

TRIBUNMANADO.CO.ID, TUTUYAN - Kini tinggal perahu yang berani bersandar di Pelabuhan kelas III Kotabunan Bolaang Mongondow Timur (Boltim).

Pasalnya kondisi pelabuhan yang diresmikan pada 18 April 1983 ini memprihatinkan dan tampak memberi kesan menyeramkan, karena sudah sepuluhan tahun tak ada lagi kapal yang bersandar di dermaganya.

Kendati ditinggali petugas Syahbandar, namun pelabuhan yang sempat jaya karena digunakan kapal-kapal perintis ini, kini tinggal menjadi tempat sandar perahu nelayan setempat.

Dermaganya tak bisa lagi digunakan karena pendangkalan sedimen yang terbawa arus sungai yang berada tak jauh dari pelabuhan tersebut.

Akibatnya dermaga sepanjang sekitar 20 meter, ketika air laut surut hanya memiliki kedalaman setinggi pinggang orang dewasa.

Hanya tampak sedikit perubahan dibanding tahun lalu, pihak terkait telah memasang papan nama pelabuhan di bagian pintu masuk dan depan pelabuhan tersebut.

Tahun ini pemerintah pusat telah menganggarkan Rp 5,8 miliar untuk mengembangkan pelabuhan tersebut.

Namun terkendala dengan Rencana Induk Pelabuhan dan RTRW pemda Boltim yang menyebut pelabuhan tersebut sebagai pelabuhan pariwisata bukan pelabuhan niaga. 

Penulis: Aldi
Editor:
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved