Tribun Travel
Air Terjun Bertingkat Powalutan Minsel Butuh Perhatian Pemerintah
Minsel memiliki satu spot air terjun yang langka tepatnya di Desa Powalutan, Kecamatan Ranoyapo.
Penulis: | Editor: Fransiska_Noel
Laporan wartawan Tribun Manado Fionalois Watania
TRIBUNMANADO.CO.ID, AMURANG - Air Terjun bertingkat mungkin jarang ditemui di Sulawesi Utara (Sulut).
Kebanyakan spot-spot air terjun hanya memiliki satu air terjun saja dengan tinggi yang berbeda-beda.
Namun siapa sangka Minahasa Selatan (Minsel) memiliki satu spot air terjun yang langka tepatnya di Desa Powalutan, Kecamatan Ranoyapo. Disebut langka karena air terjun ini bertingkat.
Tribun Manado pun berkesempatan mengunjungi air terjun yang belum diketahui banyak orang ini.
Bersama tim Komunitas Pecinta Alam (KPA), kami ditemani warga ke lokasi air terjun.
Dari desa, jarak yang ditempuh sejauh satu setengah kilometer. Perjalanan air terjun memiliki medan yang cukup berat. Maklum karena belum dikelola, tak heran jika tidak ada trek khusus tempat pijakan kaki.
Hutan belantara menjadi pemandangan yang menemani perjalanan. Disarankan jika nekat menuju ke tempat ini, anda harus mengenakan sepatu outdoor atau sandal gunung karena harus menuruni bukit terjal dengan kemiringan sekitar 70 derajat.
Karena jika tidak memakai sandal khusus, akan membuat anda mudah tergelincir.
Pada beberapa tempat, mengharuskan kami bergelantungan pada akar pohon atau pohon yang kuat.
Namun kewaspadaan harus tetap tinggi karena tidak semua pohon mampu menahan berat badan anda.
Rintangan pohon yang tumbang tak jarang menghalangi perjalanan anda.
Hati-hati dengan tumbuhan yang menyebabkan badan anda gatal yang banyak tumbuh di lokasi.
Akan semakin aman jika membawa tali yang sering dipakai untuk pendakian.
Kondisi tanah tanpa batu membuat medan semakin licin apalagi jika ada aliran air yang mengalir.
Waktu yang ditempuh sekitar 30 menit. Sesampainya ditujuan, pemandangan pertama yang tersaji dihadapan anda adalah air terjun dengan panjang sekitar 10 meter.
Karena genangan air yang cukup dangkal, maka warna air bercampur dengan tanah dan berwarna kecoklatan.
Tak jauh dari lokasi air terjun pertama, sekitar satu meter didepan, anda akan menemukan air terjun lainnya. Namun lagi-lagi anda harus menuruni bukit yang curam.
Air terjun yang kedua lebih panjang dengan tinggi sekitar 20 meter. Tekstur tebing dibalik air terjun yang kedua ini lebih indah. Karena bebatuan yang ada tak hanya polos namun berbentuk tak beraturan namun seperti tersusun rapi.
Jika anda hendak mengabadikan air terjun, pastikan untuk berdiri ditempat yang aman atau bersandar pada pohon yang kuat. Komunitas Pecinta Alam (KPA) Lolombulan Motoling.
Vidi Wowor, Ketua Komunitas Pecinta Alam (KPA) Lolombulan Motoling berharap adanya perhatian Pemerintah Daerah terhadap spot-spot tempat wisata termasuk air terjun yang terletak di Desa Powalutan.
"Program Pemerintah satu diantaranya adalah pengembangan sektor pariwisata. Sayangnya banyak spot wisata namun belum dikelola dengan maksimal oleh pemerintah. Air terjun bertingkat sangat jarang ditemui di Sulut dan ini bisa saja menjadi satu-satunya air terjun bertingkat yang ada di daerah ini," katanya.
Diwawancara terpisah, Roly Mokodaser warga setempat mengatakan, karena medan yang berat sehingga hanya sedikit pengunjung yang datang.
"Pernah ada komunitas yang datang dan membuat trek tempat pijakan kaki. Namun karena kurangnya orang yang datang, sehingga trek yang dibuat sudah tertutupi rumput," ujarnya.
Mengenai biaya, anda tak perlu khawatir karena tidak ada pungutan retribusi. Mengingat belum dikelola baik oleh pihak pemerintah maupun swasta.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/air-terjun-bertingkat23_20161001_105652.jpg)