Jumat, 17 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Balai Karantina Pertanian Musnahkan Benih Padi Ilegal dari China

Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Sulawesi Utara, menggelar pemusnahan benih padi impor dari Cina, Rabu (29/9).

Penulis: | Editor: David_Kusuma
tribun manado /andreas ruauw
Balai Karantina Pertanian Kelas I Sulut memusnahkan benih padi ilegal dari China 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Sulawesi Utara, menggelar pemusnahan benih padi impor dari Cina, Rabu (29/9).

Pemusnahan disaksikan beberapa Instansi seperti Bea dan Cukai, PT Angkasa Pura, PT Pos Indonesia, Badan Karantina hewan serta Kapolsek Bandara.

Kepala Balai Karantina kelas 1 Sulut, Ir Junaidi mengatakan, ini berkat kerja sama dari pihak Bea Cukai, Angkasa Pura, serta lembaga lainnya dalam melakukan monitoring semua jenis barang pengiriman yang masuk melalui pelabuhan, bandara maupun lewat jalan darat ke Sulawesi Utara.

"Karena ini bentuk tugas untuk melindungi Indonesia pada umumnya, serta Sulawesi Utara khususnya, akan masuknya barang-barang yang akan merusak kehidupan bahkan perekonomiaan," kata Junaidi.

Dia mengatakan, ada 40 kilogram jenis benih padi asal China yang disita, komoditi ini dimasukan ke Sulawesi Utara melalui Jasa PT Pos Indonesia cabang Manado.

Ada dua paket, pertama tanggal 8 Juli 2016, sebanyak 20,6 Kg, berikut 24 Juli 2016 sebanyak 10,4 kg dengan penerima Michael Usman Naga, alamat mini market Dembet Jaya, Desa Talawaan, Minahasa Utara.

" Jika barang di ini lolos, maka Sulawesi Utara dalam bahaya, " ujarnya

Kenapa seperti itu, karena jenis hama penyakit yang terdapat pada benih padi asal Cina akan ditanam masyarakat Sulawesi Utara, mungkin muncul bakteri dan virus seperti Barley Stripe Mosaic Hordivirus, Maize Stripe Tenuivirus, Rice Black-Streaked Dwarf, Rice Dwarf Phytoreovirus, Rice Stripe Tenuivirus,

Bakteri dan virus ini sangat berisiko tinggi, karena tidak dapat dideteksi secara visual, harus melalui uji laboratorium, jenis ini bersifat laten dan dapat menyebabkan outbreak pada perluasaan pertanaman. Hama penyakit ini belum diketahui metode pengendaliannya.

Tambahnya, agar tidak terjadi seperti ini lagi, harus satukan hati, bulatkan tekad dengan integritas, menuju Sulawesi Utara hebat yang swasembada pangan.

Kepala Bea Cukai Manado Abdul Rasyid mengatakan, sudah menjadi tugas kita, untuk melakukan pengawasaan terhadap jenis barang yang masuk ke Sulawesi Utara

" Jadi setiap saat selalu melakukan koordinasi dengan lembaga-lembaga khususnya Balai Karantina Pertanian, hewan, dan kepolisian mengenai jenis barang yang dilarang serta kelengkapan dokumen," ujarnya

Lanjut dia, semua yang dilakukan untuk menunjang program gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey dan wakil gubernur Steven Kandouw dalam memajukan perekonomian. (ven)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved