Agus Hanya Penggenap di Pilkada Jakarta dan Putaran Dua Diprediksi Akan Dukung Ahok
Selain itu sembilan partai politik non parlemen dan dua organisasi massa juga menyatakan dukungannya terhadap Agus-Sylviana dalam Pilkada DKI Jakarta
TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA-- Partai Demokrat dalam pertemuan bersama Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Kediaman Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono di Cikeas, Jawa Barat, beberapa waktu lalu memutuskan mengusung pasangan Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni dalam Pilkada DKI Jakarta.
Selain itu sembilan partai politik non parlemen dan dua organisasi massa juga menyatakan dukungannya terhadap Agus-Sylviana dalam Pilkada DKI Jakarta 2017.
Lalu bagaimana sebenarnya peluang pasangan in bersaing dalam Pilkada DKI?
"Bagaimanapun, saya rasa Agus akan menjadi pihak yang sangat menentukan untuk putaran kedua."
Demikian jawab Pakar Komunikasi Politik dari Universitas Indonesia (UI) Ade Armando menilai pasangan Koalisi Cikeas.
Karena sebearnya menurutnya mereka ikut bukan untuk memenangkan pertarungan yang diikuti oleh pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) - Djarot Saiful Hidayat (Djarot). Pun Anies Baswedan-Sandiaga Uno.
"Saya menganggap peluang Agus sangat kuat sebagai faktor 'penggenap' yang menentukan hasil akhir Pilkada 2017.
Saya yakin sebetulnya kubu Agus tahu bahwa peluang Agus, dengan waktu sesempit ini, relatif terbatas," ujar Ade kepada Tribunnews.com, Senin (26/9/2016).
"Saya duga yang sebenarnya dituju bukanlah kemenangan, melainkan menjadi bagian dari koalisi yang memenangkan Pilkada saat Pilkada berlangsung dalam dua putaran," jelasnya.
Dengan komposisi suara yang ada, tidak mudah bagi petahana untuk mendapat suara di atas 50 persen. Karena itu kemungkinan besar harus ada dua putaran.
"Saya duga suara terbesar adalah Ahok, kedua Anies dan ketiga Agus pada putaran pertama," ujarnya.
Karena itu, imbuhnya, Agus akan memiliki daya tawar yang kuat.
Bila putaran kedua terjadim dia memperkirakan, Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan lebih senang seandainya mereka bergabung dengan Tim Ahok.
"SBY jelas tidak pernah nyaman berkoalisi dengan Prabowo. Mungkin ini warisan Politik Orde Baru," jelasnya.
"Bagaimanapun, itu juga bergantung pada kesediaan Megawati dan PDIP. Kalau mereka tetap menjaga jarak dengan SBY, bisa saja kubu Agus merapat ke Anies," tegasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/pilkada-jakarta_20160926_132748.jpg)