Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

DAK Bagi Nelayan Boltim Capai Rp 4,6 M

Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Bolaang Mongondow Timur (Boltim) menyalurkan bantuan kepada nelayan senilai Rp 4,6 miliar pada 2016.

Penulis: Aldi Ponge | Editor:
FOTOGRAFER TRIBUN MANADO/ANDREAS RUAUW
Masih takut ancaman cuaca buruk dan gelombang tinggi, nelayan pesisir Teluk Manado pilih parkir perahu. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, TUTUYAN - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Bolaang Mongondow Timur (Boltim) menyalurkan bantuan kepada nelayan senilai Rp 4,6 miliar pada 2016.

Kepala DKP Boltim Muhammad Iksan Pangalima mengungkapkan anggaran yang berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tersebut dialokasikan untuk merehabilitasi tiga unit pembenihan rakyat (UPR) dengan anggaran masing-masing senilai Rp 65 juta.

"Mereka dapat pembuatan pintu masuk dan keluar air, intalasi air dan benih atau induk ikan unggulan.

"Hingga saat ini Boltim sudah ada 21 UPR. Diharapkan ini bisa meningkatkan konsumsi ikan oleh masyarakat," kata Iksan, Minggu (25/9).

Selain itu, pemda menyalurkan bantuan seperti jaring tancap kepada tiga kelompok senilai Rp 74 juta, soma dampar kepada tiga kelompok senilai Rp 105 juta, 25 unit freezer senilai Rp 137 juta.

"Ada juga pengolahan tiga unit abon senilai Rp 104 juta. 10 unit mesin tempel 15 PK senilai Rp 370 juta. Sebanyak 10 unit jaring insang senilai Rp 119 juta," ungkapnya.

Tak hanya itu, kelompok nelayan juga mendapatkan tiga unit Karamba Jaring Apung senilai Rp 990 juta dan lima unit pembuatan bakso ikan senilai Rp 175 juta.

"Ada empat unit open pengasapan senilai Rp 180 juta dan 30 unit cool box senilai Rp 195 juta. Semua bantuan itu sudah selesai dilelang dan sebagian besar sudah disalurkan," ungkapnya.

Pihaknya pun menuntaskan pembangunan balai benih ikan (BBI) di Desa Bukaka yang telah dibangun sejak dua tahun silam.

"BBI tahun ini anggarannya Rp 2,1 miliar. Akhir tahun ini kita upayakan sudah digunakan. Itu sesuai hasil monev dengan kementerian," tegasnya.

Anggaran tersebut untuk pembangunan gedung lokakarya, laboratorium, jalan komplek, tanggul, drainase, dan jaringan air.

"Anggaran yang digunakan dua tahun terakhir sudah Rp 3 miliar," ucapnya.

]Selain fasilitas gedung, BBI tersebut dilengkapi dengan delapan kolam pembenihan ikan air tawar seperti ikan mas dan nila.

"Airnya bagus, langsung dari mata air dan belum terkontaminasi. Kedepan, kita berharap masyarakat tak perlu mencari bibit ikan di Tondano atau Tatelu karena kita sudah tersedia," tegasnya.

Sementara itu pihaknya akan melakukan pengadaan 10 unit katinting melalui APBD perubahan senilai Rp 60 juta.

"Juknis DAK, bantuan hanya diserahkan melalui kelompok. Jadi tidak efektif kalau satu mesin tempel dibagi 10 orang. Kalau DAU kita bisa salurkan perorangan," terangnya. (aldi ponge)

Sumber: Tribun Manado
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved