Saat Pilpres, Anies Baswedan Pernah Sebut Prabowo Didukung Kelompok Mafia
Prabowo dinilai adalah orang yang murah hari karena bersedia mencalonkan Anies Baswedan menjadi calon gubernur DKI Jakarta 2017-2022.
TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dinilai sebagai sosok yang pemaaf.
Prabowo dinilai adalah orang yang murah hari karena bersedia mencalonkan Anies Baswedan menjadi calon gubernur DKI Jakarta 2017-2022 yang berpasangan dengan Sandiaga Uno.
Direktur Eksekutif Indobarometer, M Qodari, mengatakan Prabowo dan Anies pada tahun 2014 adalah 'bermusuhan'

Anies Baswedan ketika menjadi Juru Bicara kandidat Presiden dan Wapres Jokowi - JK pada 2014. Pada Pilgub DKI Jakarta 2017, Anies Baswedan dicalonkan sebagai Calon Gubernur DKI Jakarta dari Partai Gerindra dan PKS.
Pasalnya saat itu, Anies menjadi tim juru kampanye Joko Widodo saat Pilpres yang menjadi pesaing Prabowo.
"Saya senang sekali dengan Pak Prabowo. Dia murah hati, semua orang yang pernah memusihinya dia justru dikasih tempat sama dia," kata Qodari saat diskusi bertajuk Perang Bintang di Langit di Jakarta, di Cikini, Jakarta, Sabtu (24/9/2016).
Qodari mengungkapkan Anies sebenarnya pernah mengungkapkan pernyataan yang tidak mengenakkan terhadap Prabowo saat Pilpres 2014.
Namun Qodari mengatakan kalimat tersebut sebagai titik titik.
"Pak Anies Baswedan pernah keluarkan pernyataan 'di belakang Pabowo-Hatta ada kelompok titik-titik," kata Qodari.
Berdasarkan penelusuran Tribunnews.com, Anies saat itu menyebut Prabowo-Hatta didukung oleh kelompok mafia seperti dugaan kasus korupsi migas, haji, impor daging, Alquran, dan lumpur Lapindo.
Pernyataan tersebut disampaikan Anies saat konfrensi pers penyampaian program Jokowi-JK, di Hotel Holiday Inn, Bandung, Kamis 3 Juli 2014.
Kata dia, kalau ingin menyelesaikan masalah tersebut, Jokowi-JK adalah jawabannya.
Tim Pemenangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno, Syarif mengaku belum pernah membaca dan mendengar jika Anies pernah mengucapkan hal tersebut.
"Saya nggak dengar, nggak pernah lihat dia ngomong itu. Saya tidak pernah baca dan lihat. Kalau pun sudah pernah baca dan mendengar, mungkin konteksnya nggak begitu kali," kata Syarif.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/prabowo-subianto_20160924_183804.jpg)