Terancam 10 Bulan Penjara, Penasihat Hukum Dua Warga Cina Ini Bilang Petugas Juga Lalai

"Memang keduanya bersalah menggunakan izin wisata untuk berjualan. Namun harus diperhatikan ada kelalaian yang dilakukan oleh pemeriksa izin mereka."

TRIBUN MANADO/HANDHIKA DAWANGI
WARGA TIONGKOK - Satu di antara dua terdakwa penyalahgunaan izin wisata asal Tiongkok saat jeda persidangan di PN Kotamobagu, Senin (5/9/2016). Zheng Shufu (42) dan Ke Qingzhong (39) ditangkap pihak Imigrasi Kotamobagu 12 Juli 2016 saat berjualan perhiasan imitasi di Pasar Serasi. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU - Masih ingat dengan dua warga Cina yang diamankan oleh petugas Kantor Imigrasi Kotamobagu karena diduga menyalahgunakan izin wisata dengan berjualan? Saat ini mereka sedang menjalani proses persidangan.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut keduanya 10 bulan penjara. Tuntutan ini masih jauh dengan ancaman hukuman dalam Undang-undang Keimigrasian, yaitu lima tahun penjara.

"Kami melakukan pertimbangan dalam memberikan tuntutan. Menurut kami pantasnya segitu. Adapun beberapa hal yang menjadi pertimbangan kami yaitu lamanya mereka di Kotamobagu, besar modalnya, dan ada pengakuan dari terdakwa," ujar Febrian, Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri (Kejari) Kotamobagu, Minggu (18/9/2016).

Namun, Penasihat Hukum kedua terdakwa yang disediakan pemerintah, yakni Ibrahim Podomi, keberatan dengan tuntutan 10 bulan tersebut. Menurut dia seharusnya kedua warga Cina ini dideportasi ke negaranya.

"Memang keduanya bersalah menggunakan izin wisata untuk berjualan. Namun harus diperhatikan ada kelalaian yang dilakukan oleh pemeriksa izin mereka. Undang-undang kita sudah bagus karena mengatur hal itu, namun perangkatnya saja yang belum maksimal dalam melaksanakan tugasnya," ujar Ibrahim.

"Kelalaian ini dilakukan di pintu masuk Indonesia di Jakarta dan Manado untuk pintu masuk Sulut. Dalam persidangan kan sudah terungkap, keduanya tidak dijelaskan mana yang tidak boleh dilakukan dan mana yang boleh. Seharusnya petugas imigrasi harus menjelaskan betul," ujar dia.

Ibrahim mengatakan, kedua kliennya nanti mengaku bersalah saat ditangkap. "Namun selama ini di Kotamobagu keduanya tidak merasa bersalah. Sebenarnya barang-barang yang mereka jual itu adalah aksesoris pribadi yang dibawa untuk berjaga-jaga saat kehabisan uang.

"Nah saat izin mereka akan habis keduanya memanfaatkan sisa waktu untuk menjual aksesoris tersebut daripada dibawa lagi ke Tiongkok," ujarnya.

Ketua Pengadilan Negeri Kotamobagu Rommel Fransiskus Tampubolon yang juga hakim ketua persidangan dua warga Cina tersebut mengatakan sidang selanjutnya akan dilaksanakan pada Selasa (20/9).

"Agenda sidangnya yaitu pembelaan terdakwa. Jika sudah tidak ada tanggapan dari jaksa satu minggu setelahnya barulah sidang putusan," ungkapnya. (handhika dawangi)

Penulis: Handhika Dawangi
Editor:
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved