Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Angkot Manado Bakal Punya Cat Sesuai Jurusan

Rencana Pemerintah Kota Manado (Pemkot) untuk menertibkan angkutan umum dalam kota (angkot), semakin jelas.

Penulis: | Editor:
FACEBOOK/ALBERT TODA
Ilustrasi 

Laporan wartawan Tribun Manado Felix Tendeken

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Rencana Pemerintah Kota Manado (Pemkot) untuk menertibkan angkutan umum dalam kota (angkot), semakin jelas. Baik dari segi kerapian, keselamatan, dan pelayanan. Hal tersebut dibuktikan dengan uji coba pengecatan 10 atap angkot di Polda Sulawesi Utara yang disesuaikan dengan trayek.

Menurut Kepala Bidang (Kabid) Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (DLLAJ) Kota Manado Raya Donald Willar, pewarnaan atap angkot telah melalui kesepakatan bersama pihak kepolisian, dinas perhubungan, ormas, dan kepala basis.

"Ini akan mempermudah masyarakat untuk mencari angkot, hanya melihat warna mereka sudah tahu Jurusannya apa,"kata Willar, Senin (19/9) di Kantor Dinas Perhubungan Kota Manado.

Pengecatan tersebut akan dilakukan kepada 3000 unit angkot jenis mikrolet terdaftar di dinas terkait yang aktif beroperasi.

Renannya untuk merampungkan maksud dan tujuan mereka, maka minggu depan akan meminta perutusan setiap trayek. Mulai dari ketua basis, sopir angkot, dan pemiliknya.

"Saat ini masih dalam tahap sosialisasi, dan pada waktu yang ditentukan proses pegecatan ini akan disaksikan semua pihak,"kata Willar.

Pada proses pengecatan warna merah untuk angkot Jurusan Malalayang, biru Tuminting, hijau Wanea, kuning Paal Dua, hitam Banjer, dan hijau Teling.

Kemudian pengecatan pada bagian atap mobil akan dilakukan sepanjang 60 cm, dan atas kaca sepanjang 20 cm. Selain itu akan di buat tulisan trayek, serta nomor kendaraan di bawah kaca depan.

"Nomor tersebut dibuat untuk menghindari kejahatan dalam angkot, dan ini usul dari pihak kepolisian,"kata Willar.

Sementara itu beberapa masyarakat dan sopir angkot menyambut baik rencana tersebut. Dimana selama ini mereka (sopir) mengaku penumpangnya sering dirampas trayek atau jurusan lain yang menyebabkan mereka mengalami kerugiaan.

"Tentu baik, sehingga sopir masuk terminal. Kemudian mereka tidak main rampas penumpang, sebab penumpang sudah tahu mau naik angkot yang mana,"kata Ridwan sopir angkot trayek Tuminting - Pasar 45.

Senada dikatakan oleh Maxi Luaw warga Malalayang, dia menyambut baik rencana pemerintah tersebut. Sebab selama ini sering kesulitan mencari angkot meski dia sendiri warga Kota Manado. Apalagi jika terdesak dan harus cepat - cepat mencari angkutan umum seperti ini.

"Kalau malam tulisan trayeknya sering tidak terbaca, apalagi kalau angkotnya sedang berjalan cepat. Namun sebaliknya jika sudah berwarna kita akan lebih mudah menebak kemana angkot ini, apalagi tulisan trayeknya diperbesar,"kata Maxi.

Perwarnaan angkot sesuai trayek tersebut, diharapkan akan mempermudah masyarakat luar Kota Manado yang berkunjung ke kota ini. Sehingga tidak ada lagi angkutan beda jurusan yang merampas penumpang.

Sumber: Tribun Manado
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved