Terkendala Luasnya Wilayah, Damkar Mitra Sering Tiba Setelah Api Padam
BPBD Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) yang juga membidangi Pemadam kebakaran (Damkar), mengaku jarang keluar 'kandang' untuk melakukan pemadaman.
Penulis: | Editor:
Laporan Wartawan Tribun Manado Valdy Suak
TRIBUNMANADO.CO.ID, RATAHAN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) yang juga membidangi Pemadam kebakaran (Damkar), mengaku jarang keluar 'kandang' untuk melakukan pemadaman.
Hal itu dikarenakan peristiwa kebakaran yang terjadi di daerah Mitra terbilang kurang, seperti yang diungkapkan Kepala BPBD Mitra Jopi Mokodaser. Menurutnya peristiwa kebakaran di Mitra bisa dihitung jari dalam kurun waktu setahun.
"Untuk tahun ini saja hanya sekitar 7 peristiwa kebakaran yang terjadi di Mitra," ungkapnya.
Dia juga mengakui bahwa keterlambatan turun ke lokasih kebakaran sering dialami pihaknya.
"Kebanyakan saat di lokasih api sudah padam, sebab gotong royong warga sangat efektif dalam menanggulangi kebakaran," jelasnya.
Ia juga mengakui keterlambatan sering terjadi mengingat akses menuju lokasih cukup jauh.
"Kita keterbatasan armada, khusus untuk mobil Damkar hanya satu. Personil pun hanya enam orang yang dibagi dalam dua sift yang siap 1x24 jam," jelasnya.
Hal itu juga diakui Leksi Solang warga Wioi, menurtnya memang benar Damkar sering terlambat ke lokasih kebakaran.
"Dua bulan lalu terjadi kebakaran dua kali, tapi selalu api padam dulu baru Damkar sampai di lokasih," jelasnya.
Tapi sebagai masyarakat hal itu pun dimaklumi mengingat keterbatasan armada serti lambatnya informasi kepada petugas Damkar.
"Warga juga saat sudah panik sering terlambat memberitahukan kejadian kepada petugas Damkar. Kami juga maklum, jika armada banyak pasti bisa ada ditiap Kecamatan," tandasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/mobil-damkar111_20150707_194401.jpg)