Rektor Minta Waktu Buat Kajian Izin Prodi Farmasi
Puluhan mahasiswa konsentrasi Farmasi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) gelar aksi damai.
Penulis: Alpen_Martinus | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO - Puluhan mahasiswa konsentrasi Farmasi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) gelar aksi damai di kantor pusat Unima, Selasa (13/9).
Mereka datang dengan membawa beberapa spanduk yang di antaranya berisi soal tuntutan Unima agar bertanggung jawab terhadap mahasiswa Konsentrasi Farmasi, juga meminta agar dikeluarkannya izin Prodi Farmasi.
"Kami ingin farmasi ada izin, sebab kami tidak mau kalau ditransfer ke kimia, sebab kami mendaftar masuk Farmasi di Unima, dan kami juga kecewa mendengar kabar tentang Farmasi akan dihapus," kata Yulin, mahasiswi Farmasi Unima.
Setahu mereka selama ini bahwa Farmasi sedang dalam proses akreditasi."Selama ini kami dibohongi, ternyata baru proses untuk izinnya dan ini sudah berlangsung sejak 2011," ujarnya.
Semenjak 2011, menurutnya, mereka terus menerus mendengarkan janji bahwa segera ada Prodi Farmasi yang membuat mereka tetap bertahan. "Makanya kami sangat berharap rektor bisa mendengar keluhan ini," kata dia.
Ternyata aspirasi mereka mau didengar langsung oleh Rektor Unima Prof Julyeta Runtuwene yang datang menemui mereka. "Terima kasih, ini merupakan informasi awal untuk saya. Saya minta waktu untuk melakukan kajian secara lebih dalam dan agar tidak salah dalam bertindak," jelasnya.
Sebagai figur perempuan atau sebagai ibu para mahasiswa ia mencoba mengerti dan memahami perasaan dari mahasiswa. "Sebagai pimpinan saya harus berdasar pada aturan untuk menjalankan proses perkuliahan," jelas dia.
Sebab menurutnya, belum tentu apa yang diminta dan dianggap baik itu sudah sesuai dengan aturan yang berlaku. "Saya akan kaji bersama dengan Kaprodi, Kaur, Dekan dan semua pihak terkait, hasilnya dan langkah selanjutnya akan kami sampaikan kemudian," jelas dia.
Dia tidak bisa memberikan jaminan waktu sampai kapan, namun menurutnya secepatnya lebih baik. "Ada yang tanya sampai kapan, tentu sampai kajian ini selesai dan kami akan berusaha dalam waktu sesegera mungkin," ujarnya.
Memang menurut penjelasan Prof Wiwoho beberapa waktu lalu bahwa dua konsentrasi ini belum memiliki izin, sehingga sebenarnya belum bisa untuk menerima mahasiswa, namun kenyataanya sudah ada mahasiswa yang diterima dan belajar di situ.
Sehingga sebagai bentuk penanganan, mahasiswa dari jurusan tersebut diminta untuk dipindahkan ke jurusan yang mata kuliahnya tidak beda jauh dengan ilmu farmasi.
Denny Rompas, Dekan FMIPA Unima menjelaskan, bahwa Prodi Farmasi sudah diusulkan sejak tahun 2012, sebelum dirinya menjabat.
"Namun memang sampai saat ini belum ada hasilnya, sehingga kita tidak tahu sampai kapan hasilnya akan keluar," kata dia. *
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/calon-rektor-unima_20160713_111232.jpg)