Permainan Bantu Analisis Kemampuan Anak
Hasil analisisi dilaporkan ke kader dari Bidang KB yang disiapkan di masing-masing kelompok.
Penulis: Handhika Dawangi | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU - Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kotamobagu pada tahun ini berhasil menambah jumlah anak peserta Bina Keluarga Balita (BKB).
"Dari sebelumnya data tahun 2015 hanya 634 anak balita, pada 2016 ada 3.226 anak peserta BKB," ujar Hasriati Assi, Kepala Bidang Keluarga Berencana, Selasa (13/9).
Sebanyak 3.226 anak balita tersebut tersebar di 61 kelompok yang terdiri dari sembilan kelompok dengan 428 balita di Kecamatan Kotamobagu Barat, 19 kelompok dengan 734 balita di Kotamobagu Timur, 14 kelompok dengan 507 anak di Kotamobagu Utara, dan 18 kelompok dengan 1.557 anak di Kotamobagu Selatan.
"Tujuan program ini yaitu dalam rangka pembentukan revolusi mental sejak dini. Dengan
jenis kegiatannya yakni analisis tingkah laku anak di masing-masing kelompok dimana dilakukan oleh ibu-ibu balita itu sendiri," ujar Hasriati.
Adapun cara menganalisis tingkah laku dan kecerdasan anak dilakukan dengan alat bantu permainan. "Ada 79 alat permainan yang kita sudah bagikan di setiap kelompok," ujar dia.
Program ini sudah ada sejak 2010 di Kotamobagu namun sempat redup kemudian beberapa tahun terakhir diaktifkan lagi.
"Waktu itu satu kecamatan baru sampai dua kelompok saja. Namun setelah adanya Dana Alokasi Khusus program ini maka kami menambah kelompoknya," ujar Hasriati.
Cara kerjanya, para ibu-ibu peserta program BKB memerikan permainan kepada anak, dalam permainan tersebut telah disediakan beberapa warna.
"Misalnya kita menyuruh anak untuk memasukkan balok warna merah dua buah. Nah disitu kita bisa melihat kemampuan anak melihat warna dan berhitung," ujar kabid.
Nah nanti hasil analisisi dilaporkan ke kader dari Bidang KB yang disiapkan di masing-masing kelompok.
"Misalnya ada anak tidak dapat membedakan warna, langsung dikonsultasikan ke kader nanti akan diberikan solusi, mungkin diganti permainannya," ujar dia.
Setiap bulannya, kader akan melaporkan hasil analisa anak balita di setiap kelompok. "Mereka akan melapor setiap bulan.
"Sampai saat ini banyak ibu-ibu yang mengatakan bahwa program ini bagus, balitanya sudah lebih cerdas. Perkembangan balita akan terlihat saat masuk TK," ujar dia. (handhika dawangi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/analisis-kemampuan-anak_20160913_234002.jpg)