Peternak Poopo Butuh Kandang Sapi
Mungkin tak banyak yang tahu jika di Sulawesi Utara (Sulut) terdapat Peternakan ramah lingkungan, kajian teknologi yang sudah ditinjau.
Penulis: | Editor: Andrew_Pattymahu
Laporan wartawan Tribun Manado Fionalois Watania
TRIBUNMANADO.CO.ID,AMURANG- Mungkin tak banyak yang tahu jika di Sulawesi Utara (Sulut) terdapat Peternakan ramah lingkungan, kajian teknologi yang sudah ditinjau langsung oleh Kementrian Pertanian. Lokasi peternakan yang cukup populer dikalangan para peternak yang ada di Minahasa ini terletak di Desa Poopo Induk, Kecamatan Ranoyapo. Hal ini diungkapkan langsung oleh Suryanto Pekan, pemilik peternakan kepada Tribun Manado, saat ditemui di kediamannya belum lama ini.
"Peternakan kami sudah sering dikunjungi oleh peternak yang berada didaerah termasuk daerah Minahasa Utara (Minut). Mereka belajar teknik penggemukan sapi potong kepada kami," katanya. Dia mengaku selama ini teknik tersebut dipelajarinya secara otodidak dan mengumpulkan dana sendiri sebagai modal membuka usaha peternakan. Tak hanya dari luar, peternak yang berada di desa Poopo juga dibina olehnya.
Sayangnya para peternak lain tidak memiliki modal yang cukup besar untuk membangun kandang sapi. "Mereka sangat berminat untung mengembangkan usaha dibidang peternakan sapi. Sayangnya terkendala modal. Saya berharap pemerintah tidak menutup mata dengan potensi-potensi yang berpeluang besar dikembangkan didaerah. Para peternak disini berharap agar pemerintah dapat memfasilitasi dengan memberikan bantuan pembangunan kandang sapi," ujarnya.
Dia mengaku sangat iri dengan kelompok tani dan ternak desa lain yang mendapat bantuan dari pemerintah. "Saya dapat info dari Kelompok Tani Warunta Pinaesaan, Kecamatan Tompaso, Kabupaten Minahasa, bahwa mereka mendapat bantuan dana pembangunan kandang sapi dari pemerintah setempat. Ironisnya mereka belajar teknik peternakan sapi dari kami. Tapi justru mereka yang lebih dulu mendapat bantuan," terangnya. Lanjut pria yang biasa disapa Yanto ini, jika Pemerintah Daerah menyeriusi sektor peternakan di daerah, maka secara langsung mendukung program dari pusat.
"Program presiden mengenai swasembada daging sapi tentunya dapat diikuti oleh Pemda jika memerhatikan para peternak disini," tutupnya mengakhiri pembicaraan. (Tiw)