Sabtu, 18 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Alquran Ditemukan Masih Utuh di Rumah yang Terbakar, Lemari Tempat Menyimpannya Hangus

Beberapa di antaranya bahkan masih utuh luput dari amukan si Jago Merah yang cepat merembet. Anak-anak tersebut kemudian membawa Alquran tersebut.

Penulis: Handhika Dawangi | Editor:
TRIBUN MANADO/HANDHIKA DAWANGI
TINGGAL PUING - Kebakaran di satu rumah di Kelurahan Biga, Kotamobagu Utara, Jumat (9/9) dini hari, meninggalkan puing. Tampak seorang anak memperlihatkan Alquran yang tak terbakar. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU - Kudsa Abaran (74) tak menyangka masih ada yang tersisa dari rumahnya yang terbakar Jumat (9/9) lalu. Di antara puing-puing yang menghitam dan masih berjelaga, sejumlah anak menemukan Alquran Jumat sore itu.

Padahal jika melihat kondisinya, Alquran tersebut juga bisa saja ikut terbakar. Kebakaran yang diperkirakan menelan kerugian hingga Rp 200 juta tersebut menghanguskan semua bagian rumah. Bagian depan, ruang tamu, ruang kamar tidur hingga dapur habis terbakar.

Namun sore harinya, ketika anak-anak yang baru pulang sekolah mengorek-orek puing-puing, mereka menemukan Alquran. Beberapa di antaranya bahkan masih utuh luput dari amukan si Jago Merah yang cepat merembet. Anak-anak tersebut kemudian membawa Alquran tersebut.

Kudsia mengatakan, Alquran tersebut ia simpan dalam lemari di ruang tamu. "Memang ada beberapa Alquran yang saya simpan di dalam lemari," kata dia, Sabtu (10/9).

Ia mengaku kaget mendengar kabar Alquran masih dalam keadaan utuh. "Allhamdulillah jika tidak terbakar. Saya juga belum melihat kondisi rumah saya," ujarnya.

Terpantau, lemari yang dimaksud Kudsia pun sudah hangus terbakar.

Kudsia adalah istri Harsono Sabir. Orangtua Ketua DPRD Kotamobagu Ahmad Sabir itu berada di rumahnya yang berlokasi di Keluarahan Biga, Kotamobagu Utara, saat kebakaran terjadi. Kudsia berhasil keluar lebih dahulu dari suaminya.

"Waktu itu api belum merembet sampai ke dalam, baru di bagian depan. Saya cek dari jendela, mulai dari kamar depan ayah tidak ada. Saya pindah ke jendela kamar belakang, saya lihat dia ada d idalam. Saya masuk lewat pintu belakang dan masuk ke kamar belakang," ujar Ahmad Sabir.

Untuk sementara kebakaran diduga dari lilin. Kata Ahmad, berdasarkan penuturan ayahnya, pada pukul 04.30 Wita listrik padam. Ayahnya terbangun dan memasang lilin.

"Karena sudah tua, ayah mungkin meletakkannya di atas papan di warung. Di sana ada sembilan tabung gas kosong dan bensin sekitar satu galon," terang dia.

Ketika listrik sudah tidak padam, sang ayah bangun lagi untuk mematikan lilin. Di situlah ia melihat api sudah membakar warung. (handhika dawangi)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved