Bangun "Polisi Tidur" Harus Penuhi Standard Yang Ditentukan Sesuai Peraturan

Pembangunan Polisi tidur yang tidak terstandar oleh para ahli di bidangnya, kerap mengakibatkan kecelakaan lalulintas.

NET
Ilutrasi polisi tidur 

Laporan Wartawan Tribun Manado Felix Tendeken

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Guna meminimalisir terjadinya kecelakaan, sejumlah warga di Kota Manado berinisiatif membuat portal di aspal atau polisi tidur.

Pembangunannya pun tampa dasar dan ijin dari pihak terkait, sehingga pembangunannya tidak berstandar. Namun memberikan kenyamanan bagi lingkungan masing - masing dari masalah kebisingan kendaraan.

"Saya bangun ini memang tanpa ijin, di sini banyak anak - anak jadi tidak boleh ada kendaraan yang berjalan cepat," kata Iwan, warga Sario, Kamis (9/9).

Iwan sendiri tidak pernah mengetahui bahwa ada aturan terkait pembangunan polisi tidur. Bahkan dikompleksnya masyarakat beramai - ramai membangun pelambat laju kendaraan ini.

"Saya hanya ikut ramai, tak tahu kalau ada aturannya," kata Iwan.

Pembangunan Polisi tidur yang tidak terstandar oleh para ahli di bidangnya, kerap mengakibatkan kecelakaan lalulintas. Yang paling besar adalah pengguna kendaraan beroda dua.

"Kalau bangun polisi tidur jangan seperti ini, saya kesal karena mesin motor saya sering kandas di atas beton yang dibangun melintang ini," kata Diana warga Titiwungen Sario.

Bukan hanya Diana yang mengalami hal tersebut, contohnya Roger Tambit. Dia mengaku beberapa kali harus menganti bombers mobilnya, karena patah akibat tersangkut di atas beton melintang tersebut.

"Saya sampai sekarang bingung berapa sebenarnya tinggi polisi tidur yang wajar," tanyanya.

Halaman
12
Penulis:
Editor:
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved