Nasrun Minta SKPD Aktif di Kampung KB
Terjadi peningkatan jumlah peserta program KB di Lorong Talaga setelah lingkungan tersebut ditetapkan Kampung Keluarga Berencana (KB) enam lalu.
Penulis: Handhika Dawangi | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU - Terjadi peningkatan jumlah peserta program KB di Lorong Talaga Lingkungan III Kelurahan Gogagoman setelah lingkungan tersebut ditetapkan Kampung Keluarga Berencana (KB) enam lalu.
Terdapat 227 orang yang telah mengikuti program KB. Angka tersebut membuat jumlah peserta KB di Lingkungan III Kelurahan Gogagoman menjadi 552 orang dari sebelumnya sesuai data BPMDPP dan KB 325 peserta KB sejak 2015 hingga awal Maret 2016.
"Sebanyak 552 peserta KB di Lorong Talaga dari jumlah Pasangan Usia Subur atau PUS yakni ada 792," ujar Hasriati Assi Kepala Bidang Keluarga Berencana BPMDPP dan KB, Selasa (6/9/2016).
Hasriati mengatakan jumlah peserta KB di Kotamobagu secara keseluruhan untuk 2016 hingga Agustus ada 21734 orang dari target 35715 orang.
Jumlah tersebut naik dibanding data 2015 hingga akhir tahun yakni hanya 2424 dari target 2358.
Asisten Satu Bidang Pemerintahan Kota Kotamobagu Nasrun Gilalom menegaskan kepada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait agar dapat terlibat aktif dalam kampung KB.
"Setelah dicanangkan pada 8 Maret lalu, pengelolaan kampung KB harus diperhatikan setiap SKPD terkait. Jangan hanya dicanangkan, tingkatkan apa yang telah diraih."
Demikian Nasrun utarakan saat membuka Rapat Kerja Daerah Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK), di Aula Kantor BPMDPP dan KB, kemarin.
Kepala BPMDPP dan KB Sitti Rafiqa Bora mengatakan, sinergitas SKPD terkait sangat penting untuk terwujudnya kampung KB yang baik.
Sebagai narasumber dalam rapat tersebut yaitu Lurah Gogagoman Vany Pudul juga selaku penanggung jawab kampung KB. Ia menjelaskan alasan adanya kampung KB tidak hanya di Kotamobagu melainkan di seluruh Indonesia.
Penentuan Kampung KB itu dilihat dari sisi wilayah kerja daerah. "Gogagoman pantas dilihat dari kependudukan. Ada satu wilayah kumuh, ada ketertinggalan masyarakat terutama bidang sosial, dan kesehatan," ujar dia. (handhika dawangi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/nasrun_20160906_224531.jpg)