Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Bupati Kaji Opsi Penutupan PDAM

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Minahasa terancam ditutup. Pemerintah mempertimbangkan opsi penutupan BUMD.

Penulis: Alpen_Martinus | Editor: Lodie_Tombeg

TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Minahasa terancam ditutup. Pemerintah mempertimbangkan opsi penutupan BUMD itu lantaran banyak keluhan warga soal merosotnya kinerja perusahaan.

"Karena masyarakat banyak mengeluh soal air. Masa Tondano kekurangan air nanti kami akan rapat dengan PDAM, kalau mereka tidak bisa ambil langkah, tahun depan kita akan ambil langkah gila-gilaan. Kami akan naikkan ke puncak kemudian diturunkan ke kecamatan," kata Bupati Minahasa, Jantje Sajow, Kamis (1/9).

Menurutnya, kalau sudah pemerintah ambil alih otomatis akan bebaskan pembayaran kepada masyarakat. "Sebab pemerintah yang akan melakukan perawatan dan bisa saja PDAM Minahasa tidak ada lagi. Kalau sampai begitu, bisa dihilangkan daripada mereka tidak bisa berbuat apa-apa. Tapi itu kan belum baru dalam pengkajian," kata dia.

Ia menambahkan, untuk penyertaan modal yang Perdanya sementara dibahas saat ini hanya untuk perbaikan instalasi.

Denny Tangkere, Kabag Umum PDAM Minahasa, mengatakan, baru mendengar kabar tersebut. Menurutnya itu adalah kewenangan Bupati yang memang merupakan pimpinan tertinggi di PDAM.

Namun menurutnya, selama ini PDAM sudah berupaya berupaya untuk perbaiki pelayanan kepada masyarakat. Namun menurutnya, ada beberapa hal yang menghambat pelayanan seperti ketersediaan air yang minim.

"Sekarang untuk dua mata air di Tondano produksi airnya hanya tinggal 20 persen per detik jadi memang tidak bisa mencukupi, tapi memang rata-rata debit air turun lantaran perkembangan permukinan sehingga resapan air berkurang," ujar dia.

Ia menjelaskan, PDAM Minahasa terus berupaya untuk mencari alternatif, di antaranya adalah untuk mengaktifkan bak Tokapokol yang sempat bermasalah lantaran biaya operasionalnya tinggi karena menggunakan solar," katanya.

Namun kini sementara diupayakan untuk pengantian dengan tenaga listrik. Lanjut dia, sebenarnya sudah siap dipasang namun daya listriknya masih kurang, karena kebutuhan listrik untuk memompa air ke bak di Tokapokol dari danau Tondano dan prosesnya membutukan daya 250-275 KVa, sementara PLN baru menyanggupi 197 KVA.

"Namun kami sudah usulkan dan disetujui oleh Balai Sungai, untuk pengadaan listrik di Tokapokol, kalau sudah ada itu persediaan air kita aman," ujar dia. Ia menjelaskan juga sudah mengusulkan 15 pompa dan penambahan instalasi. *

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved