Breaking News
Selasa, 7 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Masinton: Aparat Harus Antisipasi Titik Rawan Serangan Teror di Indonesia

Anggota Komisi III DPR Masinton Pasaribu meminta aparat mengungkap jaringan pelaku teror di Gereja Santo Yosep, Medan.

Editor:
TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI
Personel Brimob berjaga di halaman Gereja Katolik Stasi Santo Yosep pascaperistiwa teror bom di lokasi tersebut, Medan, Sumatera Utara, Minggu (28/8/2016). Polisi menangkap satu orang laki-laki yang mencoba melakukan bom bunuh diri di dalam Gereja Katolik Stasi Santo Yosep. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Anggota Komisi III DPR Masinton Pasaribu meminta aparat mengungkap jaringan pelaku teror di Gereja Santo Yosep, Medan.

Apalagi, aksi itu dilakukan secara terbuka saat umat menjalani ibadah.

"Aksi ini secara terbuka, yang perlu diantisipasi pola yang sama di titik yang berbeda. Kita menunggu hasil penyelidikan hari ini. Kita bisa tahu apakah ini dilakukan orang per orang atau kelompok," kata Masinton ketika dikonfirmasi, Minggu (28/8/2016).

Masinton belum melihat aparat kecolongan dalam kasus tersebut. Namun, ia menilai pelaku melakukan aksi teror secara terbuka. Pelaku membawa bom serta senjata tajam.

"Kalau bomnya enggak meledak, dia pakai senjata tajam," kata Politikus PDIP itu.

Ia pun meminta semua pihak tidak berspekulasi terkait peristiwa tersebut serta menunggu hasil kepolisian.

Hasil pengusutan tersebut dapat diketahui kelompok aksi teror tersebut.

"Sistem pencegahan awal harus diperketat. Sistem keamanan titik rawan harus ditingkatkan kepolisian kita. Di berbagai kita. Karena ini bukan hanya di medan saja mungkin beberapa daerah harus diantisipasi," imbuhnya

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved