Breaking News
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sehan Mokoagow Usul Pengadaan Mobil Damkar

"Sudah saatnya mengadakan mobil damkar untuk menanggulangi bila terjadi kebakaran, sehingga kejadian yang terjadi minggu ini tak terulang lag,"

Penulis: Aldi Ponge | Editor:
istimewa
Polisi menyelidiki penyebab kebakaran di Bongkudai, Boltim. Senin (22/8/2016) malam, tiga rumah terbakar. Pada kejadian tersebut seorang warga meninggal dunia. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, TUTUYAN - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Sehan Mokoapa Mokoagow mengusulkan pengadaan mobil pemadam kebakaran (Damkar).

"Sudah saatnya mengadakan mobil damkar untuk menanggulangi bila terjadi kebakaran, sehingga kejadian yang terjadi minggu ini tak terulang lagi karena tak memiliki armada damkar yang siaga," kata Mokoagow, Sabtu (17/8/2016)

Dia mengusulkan agar wilayah pegunungan dan wilayah pesisir pantai masing-masing memiliki mobil damkar tersebut. "Butuh empat armada, dua di Modayag Bersatu dan Dua di Kotabunan bersatu. Sebab, medannya sulit," jelasnya.

Mokoagow berharap instansi terkait mengupayakan pengusulan melalui APBD maupun APBN.
"Sudah harus ada tenaga pemadam kebakaran yang dilatih dan selalu stand by," dia menambahkan.

Senada, Ketua DPRD Boltim Marsaole Mamonto yang menilai penting pengadaan mobil damkar. Dia bahkan mengusulkan untuk tiga wilayah yakni Nuangan, Modayag bersatu dan Kotabunan bersatu.

"Saat ini mobil damkar hanya satu unit tak akan mampu menanggulangi kebakaran di Boltim yang medannya sulit. Apalagi kondisi mobil yang ada saat ini, tak baik. Jadi perlu ada penambahan armada," ucapnya.

Asisten III Pemda Boltim Djainuddin Mokoginta mengakui pentingnya pengadaan mobil damkar seiring dengan makin berkembangnya.

"Pemda berencana akan mengusulkan pengadaan mobil damkar memalui APBD, karena memang itu penting melihat kondisi Boltim saat ini," bebernya.

Diketahui saat ini BPBD Boltim memiliki satu unit damkar yang tak bisa dioperasikan maksimal, sehingga hanya terpakir. Tak hanya itu, pemda tak memiliki tenaga terlatih yang siap siaga mengoperasikan mobil tersebut.

Beberapa kali kebakaran rumah, mobil tersebut sering mengalami keterlambatan karena api yang sudah padam bahkan nyaris tak berfungsi. Akibatnya sering menjadi sasaran luapan kemarahan warga Boltim.

Terakhir, kebakaran yang terjadi di Desa Bongkudai yang menghanguskan tiga rumah dan menimbulkan korban jiwa pada Senin lalu. Warga geram karena mobil pemadam kebakaran yang tak kunjung datang memadamkan api. (Aldi Ponge)

Sumber: Tribun Manado
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved