Akhirnya, Medco Resmi Akuisisi Newmont

Dengan kata lain, PT Medco Energi Internasional Tbk (Medco) sudah resmi memiliki mayoritas saham Newmont.

Akhirnya, Medco Resmi Akuisisi Newmont
IST
Ilustrasi pertambangan. 

JAKARTA, TRIBUN - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akhirnya menyetujui perubahan kepemilikan saham PT Newmont Nusa Tenggara (Newmont). Dengan kata lain, PT Medco Energi Internasional Tbk (Medco) sudah resmi memiliki mayoritas saham Newmont.

Sebelumnya, sewaktu pucuk pimpinan Kementerian ESDM dipegang Sudirman Said, proposal perubahan komposisi saham Newmont dikembalikan. Alasannya, ada syarat administrasi yang belum dilengkapi Newmont.

Setelah pucuk kepemimpinan Kementerian ESDM berubah, dan kini diemban Pelaksana Tugas (Plt) Menteri ESDM Luhut Binsar Panjaitan, proposal perubahan saham Newmont tersebut mendapatkan restu dari pemerintah.

"Sudah kami setujui perubahan sahamnya, karena persyaratan sudah dipenuhi semua," kata Bambang Gatot Ariyono,Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM, Minggu (21/8).

Bambang menuturkan, izin diberikan sebatas kelengkapan dokumen saja. Pasalnya, Kementerian ESDM tidak masuk ranah jumlah saham yang diakuisisi Medco. Sebab hal tersebut kesepakatan bisnis. "Tidak ada penjelasan soal akuisisi. Yang penting dokumen lengkap," jelasnya.

Medco mengakuisisi 82,2% saham Newmont dari PT Amman Mineral Internasional senilai US$ 2,6 miliar. Amman sebelumnya memborong saham Newmont milik Newmont Mining Corporation dan Sumitomo Corporation, serta saham Newmont milik PT Multi Daerah Bersaing.

Medco juga dipersilakan mengambil jatah 7% divestasi saham yang ditawarkan ke pemerintah. Sebab, Multi Daerah, pemilik 24% saham Newmont, berhak mengambil jatah 7% saham tersebut. Dengan akuisisi 24% saham Newmont milik Multi Daerah, hak tersebut beralih ke Medco. "Sejauh ini 7% ke Medco dulu," kata Bambang.

Muhammad Lutfi, Komisaris Utama Medco Energi menyatakan, persetujuan pemerintah merupakan salah satu proses transisi akuisisi saham Newmont. Saat ini, pihaknya harus menyelesaikan administrasi.

"Mungkin Senin (hari ini) atau Selasa melapor ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kemudian dalam waktu 45 hari menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Itu yang memakan waktu," katanya kepada KONTAN.

Lutfi juga menyatakan tengah memproses pencairan pinjaman akuisisi dari Bank Mandiri, BRI dan BNI, dan sudah meneken proses kredit. "Itu sudah selesai," jelas Lutfi.(ktn/pratama g)

Editor: Fernando_Lumowa
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved