200 KK Curhat ke Yongki Limen Minta Fasilitas Kesehatan dan Air Bersih
Yongke Liemen mengadakan Reses kedua di Kelurahan Mapanget Barat, Lingkungan 7, Kecamatan Mapanget, Minggu (21/8).
Penulis: | Editor: Andrew_Pattymahu
Laporan Wartawan Tribun Manado Vendi Lera
TRIBUNMANADOD.CO.ID,MANADO- Anggota Komisi III DPRD Provinsi Sulawesi Utara, Yongke Liemen mengadakan Reses kedua di Kelurahan Mapanget Barat, Lingkungan 7, Kecamatan Mapanget, Minggu (21/8).
Reses yang dihadiri, oleh ratusan pendukung setia Yongke Limen, berlangsung tertib.
Harapan dan keluhan warga, tentang fasilitas umum, langsung disampaikan kepada Ko Limen sapaan akrab Yongke Limen.
Warga Lingkungan tujuh, Ibu Silvana, mengatakan, pak Dewan, saat ini kami minta dibangun puskesmas.
" Karena jarak puskesmas dengan wilayah tempat tinggal kami sangat jauh, ada di daerah Paniki," ujarnya
Banyak kejadian, warga yang sakit, misalnya malam hari, terpaksa harus menunggu sampai pagi, karena, tidak ada kendaran, ditambah lagi fasilitas kesehatan jaraknya jauh.
Penduduk di Mapanget Barat Lingkungan tujuh saat ini, berjumlah kurang lebih 200 kepala keluarga. Untuk pemilih 500-an hampir 600 jiwa.
Lanjutnya, ketersedian air bersih untuk mandi cuci kaki (MCK), serta kebutuhan memasak.
" Ditambah lagi cuaca panas begini, so lebe nda ada air di pak," kata Silvana
Dewan Provinsi Sulut Dapil Manado Yongke Limen mengatakan, semua pengeluhan dan aspirasi masyarakat akan dibawah, kemudian dibahas lebih lanjut.
" Untuk masalah kesehatan, memang ini bidang saya dikomisi empat, jadi keluhan, akan dibahas bersama teman-teman di Dewan, nda perlu kwatir, pasti kalau masalah rakyat ada jalan keluar," ujar dengan dialek bahasa Sangger
Kata dia, nanti Puskesmas akan dibangun 1x24 jam, supaya masyarakat disini, jika sakit pagi,siang atau malam langsung terlayani cepat. Dia juga meminta warga buat semacam rencana, dan diajukan ke Walikota dan wakil walikota Manado.
Lanjutnya, Masalah ketersedian Air bersih, walaupun ini memang bukan bidangnya, tetapi kalau untuk rakyat, akan berusaha mencari jalan keluar.
" Sebab sebelum menjadi Anggota Dewan adalah Kontraktor, jadi banyak teman-teman yang siap membantu," ujar Ko Limen