Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Bambu Tiang Bendera Dipakai Memukul Brayen Hingga Babak Belur

Nasib malang dialami Brayen Gobel (19), warga Kelurahan Teling Atas, Lingkungan I, Kecamatan Wanea, Kota Manado.

Penulis: Nielton Durado | Editor:
Brayen korban penganiayaan oleh sekelompok orang di Kelurahan Banjer saat melapor di SKPT Polresta manado 

Laporan Wartawan Tribun Manado Nielton Caves Durado 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Nasib malang dialami Brayen Gobel (19), warga Kelurahan Teling Atas, Lingkungan I, Kecamatan Wanea, Kota Manado.

Pasalnya ia mengalami penganiayaan oleh sekelompok orang yang tidak dikenalinya pada Sabtu (20/8) dini hari, namun kasus ini baru dilaporkannya ke Mapolresta Manado sekitar 14.00 Wita. 

Dari penuturan koran, kejadian berawal saat dia datang ke rumah temannya yang berada di Kelurahan Banjer Lingkungan IV, tepatnya di bagian pasar kampet. 

Saat sedang asyik ngobrol dengan temannya tiba-tiba datang sekelompok anak muda yang sedang mengendarai sepeda motor, yang tanpa basah basih langsung mengambil bambu yang dijadikan tiang bendera untuk digunakan memukul korban. 

Akibatnya tubuh seluruh badan korban mengalami luka sayatan karena terkena pecahan dari bambu. 

Tak terima dengan kejadian tersebut korbanpun langsung melaporkan ke Mapolresta Manado. 

Kasubag Humas AKP Agus Marsidi Membenarkan adanya laporan tersebut, "laporan sudah kami terima dan akan segera di tindak lanjuti." ungkapnya 

Sumber: Tribun Manado
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved