Kapolresta Manado Minta Perhatikan 'Domba-Domba Yang Hilang'
- Banyaknya anak-anak di bawah umur yang terjerat dalam kasus minuman keras (miras) menjadi tanggung jawab semua pihak
Penulis: Nielton Durado | Editor: Andrew_Pattymahu
TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO - Banyaknya anak-anak di bawah umur yang terjerat dalam kasus minuman keras (miras) menjadi tanggung jawab semua pihak, bukan hanya dari penegak hukum.
Miras merupakan pemicu terjadinya kejahatan, seperti penganiayaan hingga pembunuhan.
Kapolres Manado Kombes Hisar Siallagan mengatakan, hal ini sangat membutuhkan dukungan dari orangtua dan tokoh agama untuk sama-sama membina anak-anak yang terjerumus pada pergaulan yang sama.
"Efek dari lingkungan yang 'berbahaya' akan membuat anak-anak muda terjerumus ke hal-hal yang negatif. Dukungan orangtua sangat diperlukan, selain itu posisi tokoh agama juga punya peran penting untuk mengingatkan merek tentang jalan hidup yang benar," ujar Hisar, Selasa (16/8).
Ia juga mengimbau agar para tokoh agama, baik ustaz, pendeta, dan sebagainya harus lebih memperhatikan para 'domba-domba yang hilang' ini, untuk dituntun ke jalan yang benar.
"Selain berkhotbah di gereja dan masjid, para tokoh agama ini harus lebih memperhatikan para anak-anak muda yang jarang ke tempat ibadah, karena mereka inilah para domba yang hilang itu," katanya.
Kasat Reskrim Polresta Manado Kompol Edwin Humokor menambahkan bahwa saat ini setiap hari pasti ada anak di bawah umur yang tertangkap oleh tim Polresta Manado.
"Kalau hanya mabuk, kami lakukan pembinaan dengan latihan fisik seadanya, lalu dikembalikan. Tapi kalau sampai berbuat tindak pidana, maka akan di tindak sesuai UU yang berlaku, " tandasnya. (nie)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/pemuda-asik-miras_20160328_203057.jpg)