Sabtu, 11 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Final Liga Pelajar U14 Sempat Ricuh, Wasit Dikejar Pakai Kursi Plastik

Partai final Liga Sepakbola Pelajar U14 Menpora RI 2016 Piala OD-SK, sempat ricuh saat pertandingan usai.

Penulis: Alexander_Pattyranie | Editor: Andrew_Pattymahu

TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO - Partai final Liga Sepakbola Pelajar U14 Menpora RI 2016 Piala OD-SK, sempat ricuh saat pertandingan usai.

Dalam partai yang berlangsung di lapangan sepak bola Lantamal VIII Manado, Minggu (14/8), Bintang Muda Matali (BMM) FC Kotamobagu menundukkan Forza FC Manado dengan skor akhir 3-1.

Sebelum dilakukan penyerahan trofi, tiba-tiba seseorang yang diduga official Tim Forza FC Manado cekcok dengan wasit.

Wasit pun berlari ke tepi lapangan namun dikejar dan dihajar menggunakan kursi plastik. Dari tribun, kedua pendukung pun masuk ke lapangan, ada yang mencoba melerai dan ada yang ikut melakukan pemukulan.

Pihak official Tim Forza ikut turun ke lapangan lalu memprotes.
"Kenapa tadi ada hands dua kali terjadi di kotak penalti lawan tak diberi tendangan penalti? Saya pemilik tim ini," teriak Manajer Tim Forza FC Yenita Soekari Winowoda kepada panitia yang sedang mengamankan wasit.

Setelah situasi mulai tenang, seorang official yang tak ingin menyebutkan namanya, mengaku kecewa lantaran beberapa hari sebelumnya, pihak panitia meminta dana Rp 6 juta dengan memasukkan proposal menggunakan materai dan sudah dipenuhi Forza FC namun hasilnya tak sesuai harapan.

Namun, lanjut dia, uang senilai Rp 6 juta telah dikembalikan utuh pihak panitia sehingga kondisi menjadi tenang dan upacara penyerahan trofi pun dilanjutkan.

Ketua Panitia Felix Lasut saat dikonfirmasi Tribun Manado mengakui tentang dana tersebut, namun ia membantah kalau pihaknya memasukkan proposal.

"Itu kan wajar, mereka bantu panitia dengan menyodorkan uang tapi saya kan tak pernah minta, mereka ingin bantu kompensasi untuk panitia silakan semua tim saja membantu," beber Felix.

Ia pun mengesalkan peristiwa itu terjadi, menurutnya uang itu jadi masalah kalau tim yang memberi kalah dalam pertandingan.
"Jadi kami kembalikan uang itu, kan kami hanya pegang, tak dipakai, dan jumlahnya hanya Rp 4 juta demi Tuhan Yesus saya tak berdusta," keluh dia.

Ia pun memutuskan untuk melibatkan sejumlah pemain yang berpotensi dari Forza FC untuk bergabung dengan Bintang Muda Matali dan menjadi Bintang Muda Matali All Star untuk mewakili Sulut di Piala Menpora U14 tingkat nasional.

"Adakalanya kita menang, adakalanya kita kalah, jadi kami upayakan untuk dilibatkan dalam pembentukan All Star Sulut, mohon maaf bila ada kekurangan dan kalau memang wasit berpihak tolong buat surat supaya oknum wasit itu tak dilibatkan lagi di kompetisi berikut," harap dia.

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved