Kamis, 16 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Tanggapan Mahasiswa dan Alumni Asal Kotamobagu Terkait Rencana Pemberian Beasiswa

Pemerintah menganggarkan Rp 3 Milliar untuk beasiswa lanjut studi di luar Kotamobagu.

Penulis: Handhika Dawangi | Editor:

Laporan wartawan Tribun Manado Handhika Dawangi

TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU - Abdul Rifai Tongkasi mahasiswa semesteri tiga Stikes Graha Medika Kotamobagu ini, sangat setuju dengan rencana pemerintah menganggarkan Rp 3 Milliar untuk beasiswa lanjut studi di luar Kotamobagu. Namun ia mengharapkan pemerintah jangan pilih kasih.

"Saya setuju, asalkan jangan hanya diutamakan anak pejabat. Kalau boleh dipilih sesuai dengan kemampuan. Karena sudah banyak kali bantuan serupa hanya pilih kasih," ujarnya kepada Tribun Manado Minggu (14/8) siang.

Tanggapan lain dari Atnan Ambaru yang baru saja menyelesaikan studi di Universitas Dumoga Kotamobagu (UDK). Menurutnya program pemerintah itu sangat baik. Namun ada baiknya diprioritaskan yang diberikan bantuan itu mahasiswa kurang mampu dan berprestasi.

"Dana tersebut jangan sampai disalahgunakan. Jalankan benar-benar program tersebut supaya di Kotamobagu nanti banyak yang S1, S2, bahkan S3," ujarnya.

Hal yang sama yakni prioritas bagi yang kurang mampu dan berprestasi, diutarakan Adistya Talot Mahasiswi Semester 4 Akper Totabuan. "Menurut saya cara pemerintah itu efektif untuk pelajar berprestasi dan kurang mampu. Apalagi di bidang kesehatan, untuk sekolah di bidang itu butuh anggaran yang tidak sedikit.
"Namun tentu pemerintah harus sangat selektif agar tidak terjadi seperti kemarin-kemarin dana yang diberikan kadang salah sasaran karena banyak unsur KKN," ujar dia.

Afriadi Mokoagow. seorang Lulusan UDK juga setuju terhadap rencana pemko. Namun menurut dia alangkah baiknya pemerintah memperhatikan universitas yang sudah ada di Kota Kotamobagu. Bagaimana cara mengembangkannya.

"Menurut saya sah sah saja kalo pemerintah ada program tersebut dan saya mendukung. Tetapi sebagai alumni UDK alangkah baiknya lagi jika pemerintah juga tetap fokus pada proses penyerahan UDK ke pemkot. Sebab kalo itu sudah tercapai dan nanti UDK sudah ketambahan prodi dan fakultas, otomatis minat masyarakat untuk kuliah di dalam Kota lebih besar dan menambah PAD pemkot," ujarnya.

Lain halnya dengan Sudarso Paputungan alumni STIE Kotamobagu.

"Menurut saya program pemerintah melakukan MOU dengan perguruan tinggi di Luar Sulut dan menyediakan anggaran Rp 3 Milliar belum tepat sasaran. Yang seharusnya dilakukan pemerintah itu pembangunan universitas negeri dengan menyediakan anggaran Rp 3 Milliar per tahun dan membiayai mahasiswa yang kurang mampu dan berpestasi atau mengambil alih kampus UDK untuk dijadikan Universitas Negeri yang ada di Kotamobagu," ujar dia.

Wali Kota Kotamobagu Ir Hj Tatong Bara sebelumnya menyampaikan bahwa dialokasikannya dana Rp 3 Milliar nanti pada 2017 itu dimaksudkan untuk yang ingin melanjutkan studi di luar Kotamobagu yang notaben nya universitas yang sangat sulit untuk masuk.

"Menurut informasi dari ibu Yasti Anggota DPR RI Komisi 10. Kalau tarung bebas masuk perguruan tinggi ini tidak mungkin. Maka kita harus ada MOU dengan perguruan tinggi, mana anak-anak yang kita pilih untuk itu, diberikan ruang dan pembiayaannya dari pemerintah. Tahun depan kita ada program anak asuh daerah biayanya Rp 3 Miliar nanti. Kita alokasikan di 2017," ujar Tatong.

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved