penipuan
Marak Minta Uang 'Pelicin' Kasus Pidana
Marak aksi penipuan menggunakan telepon seluler. Sasaran para pelaku mulai pejabat hingga warga umum.
Penulis: | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO.CO.ID, RATAHAN - Marak aksi penipuan menggunakan telepon seluler. Sasaran para pelaku mulai pejabat hingga warga umum.
Seperti yang dialami Buang Tuuk, warga Ratatotok, Minahasa Tenggara. Dia memperoleh telefon dari nomor yang tak dikenal dan meminta uang dengan mencatut nama institusi Polri.
Beberapa kejadian bahkan membuat beberapa warga kaget dan syok. Menurut Buang, bahwa pelaku mengatakan dari pihak kepolisian. "Yang telefon lalu bilang kalau cucu saya tertangkap nyabu, dan meminta uang agar tidak diproses," ujarnya, Minggu (14/8).
Saat itu, ia mengaku syok mendengar informasi tersebut. "Saya pun langsung tanya harus bayar berapa lalu dia (pelaku) bilang Rp 10 juta," kata dia.
Karena merasa curiga, ia pun pergi ke rumah cucunya yang tak jauh dari kediamannya. "Tapi ternyata cucu saya di rumah dan lagi tidur. Saya tanya ke cucu tidak terjadi apa-apa. Saya pun tahu kalau itu modus penipuan," ungkapnya.
Kapolres Minsel-Mitra, AKBP Arya Perdana, mengatakan, bahwa benar saat ini modus tersebut lagi marak. "Saya juga banyak mendapat laporan akan kejadian tersebut, bahkan ada yang mencatut nama saya," kata dia.
Dikatakan Perdana, modus penipuan lewat telefon tersebut ada empat cara. "Mereka menggunakan empat cara untuk melancarkan aksinya, dengan meminta yang menerima telefon tak mematikan sambungan telefon. Hal itu agar para target pelaku tidak berkomunikasi dengan orang lain demi kelancaran modusnya," ujar Kapolres.
Untuk penanganan sampai saat ini Kapolres mengaku dengan melakukan pelacakan nomor para pelaku. "Tapi nomor pelaku berada di luar pulau, itu yang sulit karena saat kita bergerak nomor sudah tak aktif, kan sudah tak bisa di lacak. Serta minimnya peralatan untuk kasus seperti itu," ujarnya lagi.
Untuk itu, ia pun meminta agar masyarakat lebih jeli dan hati-hati saat dapat telefon dari orang yang tak dikenal. "Jika dapat telefon jangan panik, matikan ponsel lalu telefon keluarga. Jika ada yang mengaku sebagai pejabat atau aparat konfirmasi dulu jangan gegabah," tandas Perdana. *