Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Disperindag Bakal Periksa Warung di Sekitar Sekolah

Tujuan pemeriksaan ini untuk menghindari para siswa yang jajan di warung atau pun toko memakan makanan yang mengandung zat berbahaya.

Penulis: Handhika Dawangi | Editor:
ISTIMEWA/RAHMAN RAHIM
Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Manado memeriksa makanan yang dijual di pasar dadakan di Kotamobagu, Senin (13/6/2016). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU - Warung-warung yang berada di dekat sekolah akan menjadi sasaran pemeriksaan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Penanaman Modal (Disperindagkop-PM) Kotamobagu.

"Kami akan memeriksa warung dan toko di sekitar Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), maupun Sekolah Menengah Atas (SMA)," ujar Kepala Dsiperindagkop-PM Kotamobagu Herman Aray di Alun-alun Boki Hotinimbang, Jumat (12/8).

Tujuan pemeriksaan ini untuk menghindari para siswa yang jajan di warung atau pun toko memakan makanan yang mengandung zat berbahaya. Untuk itu, lanjut Herman, pihaknya tidak akan bekerja sama dengan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Manado.

"Karena mereka punya alat tes makanan. Kita akan memastikan makanan yang dikonsumsi para siswa di Kotamobagu aman dari bahan berbahaya," ujar mantan Kepala Kantor Polisi Pamong Praja (Pol PP) Kotamobagu ini.

Mengenai waktu pemeriksaan, Herman masih merahasiakannya, namun dia memastikan dalam waktu dekat ini. Selain itu, pihaknya juga akan menyesuasikan dengan jadwal BBPOM.

"Kamis lalu, BBPOM juga baru saja turun memeriksa makanan di sekitaran Pasar Serasi Kotamobagu. Dalam sidak (inspeksi mendadak) itu tak ada makanan yang mengandung bahan berbahaya," kata dia.

Herman menambahkan, kerja sama dengan BBPOM ini bukan hanya kali ini saja. Keterlibatan BPOM untuk memerksa makanan dan obat-obatan di Kotamobagu telah berlangsung sejak Januari tahun ini.

"Permintaan kami kepada BPOM itu agar memeriksa makanan di Kotamobagu setiap bulan satu kali. Dan BPOM sangat responsif dengan permintaan, bahkan sejak Januari itu setiap bulan turun sampai dua kali," ujar Herman.

Sampai saat ini adapun bahan-bahan ditemukan saat pemeriksaan antara lain obat keras di sejumlah warung, lipstik tidak bernomor seri, dan boraks dalam mie.

"Semua sudah ditindaklanjuti. Karena para penjual baru ditemukan satu kali, maka kami baru memberikan teguran agar tidak mengulanginya," ujarnya. (handhikadawangi)

Sumber: Tribun Manado
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved