Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pemuda Lintas Agama Doakan Perdamaian di Sulut

Doa pertama dikalimatkan oleh penatua Fecky Korto, ketua bidang doa dan pastoral komisi pemuda sinode Gereja Masehi Injili Minahasa.

Penulis: | Editor: Fransiska_Noel
TRIBUNMANADO/DAVID MANEWUS

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Suasana sangat kusyuk ketika lima tokoh pemuda agama di Sulawesi Utara (Sulut) berdoa untuk perdamaian dunia, Kamis (11/8) di panggung depan gereja Santo Fransiskus Xaverius Pineleng.

Doa pertama dikalimatkan oleh penatua Fecky Korto, ketua bidang doa dan pastoral komisi pemuda sinode Gereja Masehi Injili Minahasa (GMIM). Selanjutnya doa dibawakan Saleh Ramli, ketua pimpinan pusat Gerakan Pemuda (GP) Anshor.

Dengan pakaian khas, Sofyan Jimmy Yosadi, tokoh Khonghucu dan pimpinan Generasi Muda Khonghucu (Gemaku) Sulut mendapatkan giliran berikut.

Kemudian berturut-turut Mardi Guntoro dari pemuda T.I.T.D. Kwang Seng Ta Tie (Klenteng Kwan Kong) Manado dan Kadek Rani Yuliantari, ketua Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) Sulut.

Doa bersama yang beberapa di antaranya memakai bahasa berbeda itu merupakan satu rangkaian kegiatan dalam Gema 50 hari jelang Indonesian Youth Day (IYD) atau Hari Orang Muda Katolik (OMK) se-Indonesia, 1 sampai 6 Oktober 2016.

Rangkaian doa ini menjadi sangat berkesan karena didoakan setelah doa Malaikat Tuhan (Angelus), doa ciri khas Katolik (dibawakan pukul 6 pagi, sore dan pukul 12 siang) yang dibawakan Indah Kaunang, OMK Pineleng.

Peristiwa simbolik berikutnya juga membawa sukacita.

Obor perdamaian dinyalakan oleh vikaris jenderal Keuskupan Manado, pastor Agus Sumarauw mewakili uskup Manado, kemudian ketua panitia IYD Keuskupan Manado, Pastor John Montolalu, diteruskan kepada tokoh pemuda lintas agama, pemuda lintas agama dan selanjutnya secara berantai dinyalakan oleh sekitar 5 Ribu OMK Keuskupan Manado.

Nyala obor terakhir berada pada bambu obor ketua panitia pelaksana Gema 50 hari jelang IYD, pastor Rhein Saneba. Setelah makan malam, kembang api sukacita injil memenuhi langit Pineleng.

Panggung hiburan berikutnya diisi secara bergantian oleh grup band Komunitas Tritunggal Mahakudus (KTM) dan OMK Pineleng.

Tak ketinggalan pula grup band dari Komisi Pemuda Sinode GMIM. Mereka mengiringi lagu yang dibawakan oleh para OMK.

Pastor John dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada yang hadir
Ia ingin semua menyukseskan IYD.

Benny Rhamdani, wakil ketua umum GP Anshor pusat dalam orasinya mengatakan tidak ada dikotomi antara mayoritas dan minoritas. Yang besar ada karena yang kecil.

Ia lalu menyerukan perlawanan terhadap fundamentalisme. Baginya itu musuh bersama.

Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey menyerukan perlawanan terhadap narkoba dan minuman keras. Ia ingin semua memberikan sumbangsih terhadap pembangunan solidaritas.

Setelah sambutan gubernur, 101 balon dilepas oleh semua perwakilan pemuda lintas agama.

Tampak hadir pula Sekretaris Pemuda Sinode GMIM penatua Charles Worotikan SH, MH juga perwakilan Generasi Muda Tri Dharma T. I. T. D. Tiong Tan Lie Goan Swee Liwas Manado.

Semua larut dalam sukacita. Siap menyambut teman-teman OMK dari seluruh Indonesia. (Tribun Manado/David Manewus)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved