Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Siswa Bangga Dilatih Bela Negara

Seribu lebih siswa SMA-SMK dan sederajat di Minahasa padati gedung Tennis Indoor Minahasa, Kamis (11/8).

Penulis: Alpen_Martinus | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO/ALPEN MARTINUS
Seribu lebih siswa Sekolah Menengah Atas dan Kejuruan (SMA/K) dan sederajat di Minahasa padati gedung Tennis Indoor Minahasa, Kamis (11/8). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO - Seribu lebih siswa SMA-SMK dan sederajat di Minahasa padati gedung Tennis Indoor Minahasa, Kamis (11/8).

Mereka datang untuk mengikuti sosialisasi bela negara oleh Kodim 1302 Minahasa. Sosialisasi dibuka Bupati Minahasa, Jantje Sajow yang hadir bersama istri, pejabat Pemkab Minahasa dan Polsek Tondano.

Pada kesempatan itu, Dandim 1302 Minahasa, Letkol CZI Andhi Kusuma, menjelaskan, bahwa sosialisasi bela negara untuk para siswa SMA dan SMK dilakukan untuk menumbuhkan pemahaman bela negara bagi generasi muda.

Menurutnya, di era seperti saat ini, informasi begiti cepat dan mudah masuk tanpa adanya penyaringan yang dapat mengubah pola pikir dan dapat merongrong jiwa nasionalisme generasi muda.

"Lunturnya semangat bela negara dalam diri para generasi muda sehingga dapat berpotensi ancam pertahanan negara," ujar dia. Sehingga, menurutnya, perlu diambil langkah dalam menumbuhkan kembali pemahaman bela negara.

"Dengan pendidikan bela negara seperti sosialisasi ini, bisa menjadi bekal memadai untuk persiapkan diri generasi harapan bangsa, agar mereka bisa bentengi diri dari berbagai ancaman," ujar dia.

Menurutnya, generasi muda juga merupakan penerus bangsa yang nantinya akan menerima tongkat estafet sehingga perlu dibekali untuk jadi penerus bangsa yang kuat dengan fondasi yang kokoh.

"Jika sudah tertanam semangat bela negara maka kelangsungan hidup bangsa terjamin dan martabat bangsa tetap ditegakkan," ujar dia.

Semangat bela negara juga nanti bisa dikembangkan sesuai bidang dan fungsi masing-masing.

Ia berharap melalui sosialisasi ini bisa memicu terbangunnya otak generasi muda yang miliki rasa cinta tanah air, bela negara, setia kepada Pancasila, nasionalisme, dan patriotisme.

Bupati Sajow berharap semua perserta dapat menyerap materi yang disampaikan agar dapat membangun negara, menumbuh kembangkan keamanan negara.

"Setiap acara kita akan ingatkan mengenai semangat bela negara, sebab hal seperti ini dapat membangun karakter bangsa. Sebab sekarang banyak anak muda yang sudah tidak rasakan cinta negara," ujar dia.

Ia menambahkan, untuk bela negara kita saat ini sudah menjadi harga mati. "Ada empat pilar kita yaitu Pancasila sebagai dasar negara, UU 45, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika," jelasnya.

Untuk itu, dia mengajak semuanya termasuk para siswa untuk cinta NKRI. "Hormati pendahulu kita yang sudah berjuang," kata dia. Ia menambahkan, sosialisasi seperti ini bisa membuat wawasan kebangsaan semakin bagus.

"Kami sebagai siswa juga senang mendapat materi semacam ini, dan kami anak-anak bisa bela tanah air yang baik. Ini sangat bagus untuk kami, kami bisa memahami bagaimana seharusnya kami sebagai generasi penerus bertindak untuk bela negara," kata Angela Lumi, seorang siswa.

Pun dengan Syalom Potu, siswa yang ikut sosialisasi tersebut mengaku bangga, sebab generasi muda sepertinya dapat maknai perjuangan masa lalu. "Setidaknya kami bisa cari cara pertahankan dan melanjutkan perjuangan," katanya. *

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved