Kamis, 7 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Salib IYD Disambut Antusias di Kevikepan Tonsea

Salib Indonesian Youth Day atau Hari Orang Muda Katolik se-Indonesia Keuskupan Manado kini sudah berada di Kevikepan Tonsea.

Tayang:
Penulis: | Editor: Fransiska_Noel
NET
Indonesian Youth Day 2016 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Salib Indonesian Youth Day atau Hari Orang Muda Katolik se-Indonesia Keuskupan Manado kini sudah berada di Kevikepan Tonsea.

Salib sampai Rabu (10/8), masih berada di Paroki Girian. Salib disambut berbagai cara dan oleh berbagai tokoh masyarakat

Saat penerimaan di Bitung, salib dibawa ke kantor walikota Bitung. Yang menerima wakil walikota Bitung Maurits Mantiri

Senin (1/8), salib itu sendiri memang dibawa ke kevikepan Tonsea melalui Paroki Santo Fransiskus De Sales Kokoleh. Saat itu selain pastor paroki, Pastor Ferry Runtu, kata Natalia Uli, ketua OMK Paroki St.Yohanes Rasul Tahuna, ia membawa salib bersama Febiola Silangen, Gloria Gega, Juntak Mandik dan penyambutnya juga saat itu wakil bupati Minahasa Utara, Joopy Lengkong.

"Minggu (31/7) ada misa di paroki jam delapan pagi. Kemudian ada doa yang dibagi menurut kelompok kategorial," katanya.

Pukul 16.00 diadakan persiapan dan pukul 19.00, rombongan berangkat ke Manado dengan kapal cepat. Rombongan tiba di Manado pukul 04.00 dini hari.

"Sabtu (30/7), salib dibawa dari paroki pukul sepuluh siang ke gereja katolik stasi Santa Anna Manente. Bapak Anton Makadolang yang menerima salib," katanya.

Di situ kata Natalia ada ibadah singkat. Setelah makan siang pukul 15.00 ada doa kerahiman bersama.

"Pukul 17.00 di bawa kembali ke paroki dan tiba pukul 17.30. Ada doa pribadi, doa novena pada pukul 24.00 dan tuguran pribadi sampai pagi," ujarnya.

Jumat (29/7), salib dibawa dari Kahakitang dengan taxi (perahu kecil) pukul sembilan dari pelabuhan Towo'e. Salib tiba pukul 12.00 di stasi Santo Fransiskus Xaverius Manganitu.

"Setelah istirahat salib dibawa pukul 14.00, dan dijemput setengah jam kemudian. Salib yang dibawa dengan kendaraan diterima oleh camat(Devi rompis S.IP) pendeta M.S.masalamate S.th), ketua pemuda Gereja Masehi Injili Sanger Talaud/GMIST (Christoni Mopoliu), dan Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek)Iptu (E.M.Wangkanusa)," katanya.

Pastor Jan Sareta, MSC yang merayakan 25 tahun hidup membiara ujarnya juga ikut. Pastor menerima dari Natalia dan Natalia yang menyerahkan kepada semua yang hadir.

"Salib diserahkan ke ketua stasi yang namanya Wayan. Pak Wayan menyerahkan ke ketua OMK Erens Samodara," ujarnya.

Salib diarak ke gereja dengan drum band Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan ditahtakan. Setelah istirahat makan siang, ada misa oleh Pastor Jan Sareta.

"Ada malam tuguran wilayah rohani dan kelompok kategorial. Juga ada doa pribadi," ujarnya.

Kamis (28/7), salib dibawah pulau Kahakitang, kecamatan Tatoareng. Salib dibawa ke gereja stasi Santo Petrus..

"Pukul delapan pagi, kami memakai mobil ke Pelabuhan Tahuna. Pukul 08.30 dengan kapal Majestik Kawanua, kami menuju Kahakitang," katanya.

Pukul 10.30, salib diterima oleh tua gereja, bapak Takaonselang, kapitalaung (kepala desa) E. S. Tamaka, ketua stasi (V.daromes), ketua OMK Selmans Karaeng juga disambut secara adat. Pukul 11.00, dengan 15 perahu salib dibawa mengelilingi Kahakitang sebanyak tiga kali.

"Setelah itu ada ibadah singkat di gereja pukul 12.30. Itu dipimpin pastor Ferry Runtu," katanya.

Setelah istirahat makan siang, ada doa sampai pukul lima dipimpin terlebih dahulu ketua stasi. Urutannya kelompok wilayah rohani dan diakhiri oleh OMK.

"Setelah doa ditutup doa bersama. Doa itu dirangkumkan dalam completorium (ibadah malam)," ujarnya.

Rabu (27/7) salib dibawa ke stasi Hati Kudus Yesus Bahoi. Tua-tua adat, umat, menyambut dengan musik orkestra khas Sanger.

"Dari Tamako pukul 09.00 dan sampai Bahoi pukul sepuluh. Ada misa, makan bersama, kemudian doa antar wilayah rohani, dan kategorial," katanya.

Selasa (26/7), salib dibawa ke Stasi Santo Paulus Laine, kecamatan Manganitu Selatan (Mangsel) dari stasi Manalu pukul 10.30 setelah dibawa pukul 09.00. Yang menerima perangkat kampung, camat Mangsel S. F. Kamurahan, ketua stasi Henceslaus Palit, umat, dan juga disambut secara adat.

"Pukul 14.00, salib langsung dibawa ke stasi Santa Maria Bunda Maria Tamako, kecamatan Tamako. Diterima perangkat kampung, ketua stasi,ketua stasi (Antonius Rampisela), ujarnya.

Setelah misa sore pukul 18.00 diadakan kegiatan OMK. Kegiatan ditutup doa malam atau completorium.

Senin (25/7), salib dibawa ke stasi Fransiskus Asisi Manalu, Tabukan Selatan.
Salib disambut sekretaris kecamatan (sekcam) E Pontoh, ketua OMK Mia Samau, perangkat kampung, kapolsek Manalu dan umat.

"Salib dibawa pukul 09.00 dari Tahuna dan tiba pukul 10.30. Ada ibadah sabda pastor paroki, makan bersama, dan doa kerahiman pukul 15.00," katanya.

Minggu (24/7), salib disambut oleh disambut oleh bupati H. Makagansa, ketua FKUB Hengky, pastor paroki Ferry Runtu, dan perwakilan OMK Theo Samodara. Dari Siau salib diterima pastor Akrius Labia.

"Salib dibawa ke gereja. Di depan gereja sekitar 20 meter, ada penyambutan adat dengan Bahasa Sanger," katanya.

Di situ, ada tari Upase. Setelah diarak ke dalam gereja diadakan misa.

"Ada doa pribadi. Ada juga tuguran," katanya.

Syane Lombo, OMK Paroki Santa Maria Ulu Siau, mengatakan salib dibawa ke Tahuna diiringi marching band Ulu Siau memang pada Minggu (24/7) . Ada kembang api saat itu.

"Yang membawa pastor paroki Akrius Labia dan beberapa OMK. Salib dibawa berjalan kaki dan sekitar pukul 14.30 salib sudah ada di pelabuhan," ujarnya.

Sabtu (23/7), misa diadakan pukul 19.00. Setelah itu ada rekoleksi OMK dan tuguran.

"Jumat (22/7) ada misa jam tujuh malam kemudian tuguran oleh stasi Santa Theresia Ondong. Kamis (21/7), dengan pola yang sama dengan giliran stasi Kristus Raja Beong, Rabu (20/7) oleh Wilayah rohani santa Bernadet Ulu Siau, Selasa (19/7) wilayah rohani Santo Fransiskus dan Senin (18/7) wilayah rohani Santa Agata," katanya.

Minggu (17/7), dengan kapal Majestik Kawanua, salib tiba 15.30 di Siau. Salib dibawa pastor paroki Akrius Labia dan beberapa OMK Paroki dari Manado.

"Salib disambut oleh ketua dewan paroki Ferdy Kendarto dengan memakaikan kain warna Merah. Ada sambutan adat, Tarian Bunde (tarian penyambutan tamu-tamu besar) oleh SMP katolik Santa Rosa Siau, perwakilan gereja-gereja, dan ustad," ujarnya.

Setelah itu, dipertunjukkan Tarian Pelonihaka (tarian adat) oleh SD Katolik Excelcior Siau. Sekretaris daerah Kabupaten Siau, Tagulandang, Biaro (Sitaro) Adri Manengkey juga menerima.

"Ada theme song IYD sebelum diserahkan diserahkan kepada ketua OMK paroki Gladys Marindat. Salib kembali diserahkan ke pastor paroki dan diarak keliling Siau," katanya.

Pukul 16.00, salib dibawa ke stasi Santa theresia Ondong (dalam perjalanan lebih dari dua jam). Salib diterima ketua resort GMIST Siau Barat , nyanyian anak serikat kepausan anak misioner (Sekami), dan, ketua umat stasi Santa Theresia.

"Di dalam gereja ada doa kerukunan umat beragama dari buku madah bakti. Setelah lagu ada pentatahan di gereja (sekitar 15 menit)," katanya.

Salib lalu dibawa ke stasi Kristus Raja Damai Beong dalam perjalanan sekitar 15 menit. Salib diterima oleh pendeta, dan dibawa dalam gereja oleh ketua umat stasi Beong Jemmy Dery.

"Salib lalu dibawa ke gereja paroki Santa Maria Ulu Siau. Di setiap perjalanan, salib singgah di gereja-gereja manapun yang berada dekat jalan," katanya.

Salib tiba di gereja paroki sekitar pukul 20.00. Misa diadakan sesudah itu.

Salib itu sendiri memang tiba di Siau, Minggu (17/7). Salib sebelumnya berada di Paroki Maria Ratu Damai Melonguane.

"Setelah ada pelepasan adat di pelabuhan Lirung, di atas kapal Holly Mary Sabtu (16/7), salib diserahkan oleh bapak Petrus Simon Tuange, wakil bupati Kepulauan Talaud didampingi pastor paroki pastor Delis Umbas, ketua dewan pastoral paroki Nelson Udang, ketua Kaum Bapa Katolik (KBK) Yohanis Kamagi, ketua Wanita Katolik Republik Indonesia (RI) Heny Paulina Tontopandey (istri wabup), OMK dan umat. Salib diserahkan kepada Pastor Paroki Siau dan OMK Santo Tarsisius Siau," kata Viva Saletia, umat paroki Melonguane.

Salib katanya dibawa ke Manado pukul 16.00 sore kemudian memakai kapal cepat ke Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) . Kapal berangkat 10 pagi, Minggu (17/7) ke Sitaro.

Rabu (13/7), salib dibawa dari stasi Bitunuris ke Stasi Lirung pukul 08.00 pagi. Salib dibawa selama dua jam dan diterima tokoh-tokoh adat dan tokoh-tokoh agama, di perbatasan Desa Lirung.

"Salib pada Selasa (12/7) dibawa dengan Pumboat dan speed yang dihias dari pusat paroki Melonguane ke stasi Theodorus Bitunuris di Pulau Salibabu. Minggu (10/7), ada misa salib suci dan pemberkatan khusus dari pastor paroki," ujarnya.

Sebelumnya salib ditahtakan di pusat paroki setelah diarak pada acara salib IYD "on the road" Sabtu (9/7). Pada tanggal 9 itu, kata Saletia, salib disambut tokoh adat, pemerintah daerah, kecamatan, tokoh agama muslim dan protestan setelah dibawa dari Paroki Santa Familia Mangaran kemudian diarak dengan speed dari Melonguane ke gereja pusat paroki, ditahtahkan dan diberi penghormatan terlebih dahulu.

"Dalam salib IYD "on the road" salib dibawa mengelilingi Pulau Karakelang. Urutannya Pusat paroki-Stasi Santa Cecilia kiama-Stasi Santo Thomas Rasul Beo-Santa Maria Rusoh dan kembali pusat paroki Melonguane," katanya. (Tribun Manado/David Manewus)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved