Tribun Travel

Berburu Kabut di Tomohon, tak Disangka Ketemu Gunung 'Mengapung'

Temukan Gunung 'mengapung' di atas awan, ini pengalaman yang tak kan terlupakan.

TRIBUNMANADO/FRANSISKA NOEL
Pengunjung menikmati pesona Gunung 'Mengapung' dari puncak kawah Gunung Mahawu Rurukan Tomohon, Sulawesi Utara. Puncak Gunung Klabat di Minahasa Utara terlihat seolah mengapung di atas awan. (TRIBUNMANADO/FRANSISKA NOEL) 

Sebaris syukur terucap untuk semua yang tersaji di depan mata.

Tak puas hanya menyaksikan keindahan dari spot kamera, kaki ini ingin terus bergerak menjelajah.

Mengitari sekeliling kawah selalu menjadi petualangan yang menyenangkan.

Saya memutuskan untuk memulai penjelajahan dari sisi kanan kawah. Uniknya, jalur dari sisi ini masih alami, belum tersedia jalan paving seperti di sisi kiri kawah.

Alhasil, kaki harus melangkah lebih hati-hati, karena medan sedikit lebih sulit, jalan hanya seukuran parit kecil di beberapa titik, sementara belukar tinggi menghias sisi kiri dan kanan jalan.

Tak ada pengaman di sepanjang jalur ini membuat pengunjung harus ekstra waspada, kalau tidak hati-hati bisa jadi jatuh ke dasar kawah.

Angin bertiup sangat kencang, menghempas belukar di sepanjang jalur perjalanan.

Banyak pepohonan berukuran kecil roboh dan menutup jalan. Butuh sedikit kesabaran untuk membersihkan jalur kemudian melanjutkan perjalanan.

Hingga akhirnya kaki tiba di spot terbuka, tempat biasanya pengunjung mengabadikan keindahan kawah Mahawu. Di sinilah keajaiban itu tertangkap mata.

Pemandangan spektakuler tersaji luar biasa indah. Di depan mata Kawah Mahawu, Gunung Lokon, Gunung Soputan.

Di bagian belakang, Kota Manado, Teluk Manado, dan Pulau Manado Tua.

Satu lagi yang membuat saya terpesona ialah penampakan tak biasa Gunung Klabat di Minahasa Utara.

Gunung tertinggi di Sulut itu terlihat cantik sekali. Gulungan awan putih menghias sekitar gunung, menyisakan pandangan jelas hanya di bagian puncak saja, sementara bagian bawah gelap tertutup mendung dan berwarna kelabu.

Perpaduan lukisan alam ini membuat mata sedikit terkecoh. Seolah gunung terlihat mengapung, karena hanya puncaknya yang kelihatan, sementara bagian badan gunung ke bawah tertutup warna kelabu.

mahawu 1

Sulit membahasakannya, tapi ini sungguh indah. Teman perjalananku bahkan mengistilahkannya seperti melihat negeri di atas awan, atau gunung terbang di atas awan, atau mengapung di atas awan, aaaah entahlah.

Yang pasti, selama berpetualang di Mahawu, inilah pemandangan paling indah yang pernah saya temui.

Melihat Gunung Klabat 'mengapung' di atas awan, ini pengalaman yang tak kan terlupakan.

MAHAWU 8

Saya tak tahu apakah pemandangan seperti ini bisa selalu ditemukan pengunjung, atau hanya dalam situasi tententu semisal saat angin selatan yang hangat berhembus dan membersihkan kabut yang biasanya menyelimuti puncak Mahawu.

Yang pasti saya menyebut pengalaman kali ini sebagai sebuah keberuntungan.

Tak mau ketinggalan momen, kamera kukeluarkan dari tas ransel yang tergantung di pundakku, mata lensa segera liar menyapu sepuruh pemandangan menakjubkan ini.

Ohya, kalau anda berkesempatan ke puncak Mahawu, sempatkanlah untuk singgah di spot terbuka ini.

Jalannya memang tak sebagus kalau anda mengambil jalur jalan paving di sisi kiri spot kamera, tapi siapa tahu anda pun bisa seberuntung saya menemukan keindahan ini.

Teman yang yang ikut dalam petualangan ini pun tak mau melewatkan momen berharga ini. Kamera DSLR hingga kamera ponsel sibuk gonta-ganti untuk mengabadikan keindahan. Tak lupa, foto selfie dong.

MAHAWU 4

Angin di spot ini lumayan kencang. Harus ekstra hati-hati bergerak, karena kawah Mahawu menganga tanpa pagar pengaman.

Sebenarnya ini sedikit mengancam keselamatan pengunjung, jadi kehati-hatian sangat diperlukan.

Lengkap sudah ketakjuban saya pagi ini. Sang surya yang baru sebentar keluar dari singgasana melukis gurat jingga, menghias langit di sebelah Timur kawah Mahawu.

Saya menghabiskan waktu cukup lama untuk foto, mengirup udara segar dalam-dalam, hingga mengabadikan semua keindahan ini dan menyimpannya dalam memori ingatan, sambil berharap saat ada waktu untuk kembali lagi nanti, saya bisa seberuntung hari ini.

Puas menikmati pemandangan luar biasa di spot terbuka, perjalanan saya lanjutkan berkeliling kawah.

Tak jauh dari spot ini, jalan makin mulus. Sepertinya pemerintah Kota Tomohon sengaja hanya menempatkan jalan paving di setengah lingkaran kawah saja.

Sementara belukar di sisinya dibabat untuk memudahkan pengunjung menikmati keindahan Gunung Lokon, atau sekedar selfie dengan latar Gunung Lokon.

Padahal menurut saya, spot terbuka yang baru saja saya tinggalkan justru harus dipugar lebih bagus lagi karena seluruh keindahan di sekitar kawah justru terlihat lebih jelas dari spot itu.

Ohya, perjalanan saya menuju Kawah Mahawu pagi ini bertepatan dengan iven berskala internasional yang sedang dihelat di Tomohon. Festival Bunga Internasional Tomohon, itulah namanya.

Iven tahunan ini digelar selain untuk memperkenalkan Tomohon sebagai kota Bunga, tapi juga dimaksudkan untuk menarik kunjungan wisatawan lokal hingga mancanegara untuk berkunjung ke salah satu daerah dengan lokasi wisata tercantik di Sulawesi Utara ini.

Selesai berkeliling kawah, saya menyempatkan waktu sebentar untuk mengabadikan foto dari spot kamera kemudian kembali menuruni anak tangga meninggalkan lokasi wisata puncak Mahawu.

Keindahan Mahawu sudah dikenal hingga ke mancanegara. Bahkan lokasi ini sudah dipugar pemerintah untuk memudahkan pengunjung.

Sayang, masih banyak sampah yang ditemui di sekitar lokasi. Termasuk toilet tak terurus dan kotor.

Semoga ini menjadi perhatian, bukan hanya pihak pengelola, tetapi semua pengunjung agar bertanggung jawab menjaga kebersihan.

Jangan buang sampah sembarangan. Kalau pinjam istilah para pendaki gunung, usai menikmati keindahan di puncak, mungkin sambil makan, minum atau sekedar ngemil, jangan lupa "Bawa Turun Sampahmu!"

Petualangan beberapa jam pagi ini bikin senyum mengembang lebar.

Usai mendaki Mahawu, lanjut kembali ke Manado untuk kerja, hahaha..Cantiknya Mahawu pagi ini jitu mengembalikan mood untuk kembali bersemangat menghadapi rutinitas kerja seminggu di depan.

Ohya, untuk mencapai lokasi wisata Gunung Mahawu Tomohon, anda bisa menggunakan jalur darat.

Dari Kota Manado bisa pakai kendaraan pribadi atau naik bus tujuan terminal Tomohon.

Kemudian lanjut menanjak memasuki Desa Rurukan yang mudah ditempuh dari Terminal Tomohon, bisa pakai kendaraan umum atau ojek.

Kalau anda pakai kendaraan pribadi silahkan saja mengikuti papan petunjuk yang tersedia saat anda memasuki Kota Tomohon. (Tribun Manado/Fransiska Noel)

Penulis: Fransiska_Noel
Editor: Fransiska_Noel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved