First Lady Bitung Berderai Airmata Dengar Pengakuan Wanita yang Hamil di Usia 15 Tahun

Suasana haru biru menyelimuti Balai Pertemuan Umum (BPU) kantor Wali Kota Bitung, Jumat (5/8).

First Lady Bitung Berderai Airmata Dengar Pengakuan Wanita yang Hamil di Usia 15 Tahun
NET
Ilustrasi

TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG - Suasana haru biru menyelimuti Balai Pertemuan Umum (BPU) kantor Wali Kota Bitung, Jumat (5/8).

Sebagian besar mereka yang hadir tak kuasa menahan tangis. Istri Wali Kota Bitung, Khouni Lomban-Rawung satu diantaranya. Ketua TP PKK Bitung ini ikut larut dalam kesedihan. Kondisi ini terjadi dalam Sosialisasi Pencegahan Perkawinan Anak diselenggarakan Bagian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BP3A) Bitung.

"Tidak tahan lagi dengan air mata saat mendengar testimoni dari korban perkawinan anak dini," ujar seorang staf BP3A yang menjadi peserta.

Korban dimaksud, sebut saja Bunga (27) dalam keadaan berbadan dua menceritakan pengalaman pahitnya yang terpaksa menikah di usia dini. Usai Bunga memberikan testimoni Khouni yang berada di atas panggung langsung bergegas turun dan menghampiri Bunga.

Haru biru pun tak terelakkan pada saat itu. Khouni tak henti-hentinya memeluk Bunga sambil menitikkan air mata.

"Anak-anak di Bitung jangan ikut jejaknya waktu lalu. Lihatlah bagaimana dia bisa keluar dari masalah dan taubat lakukan hal luar biasa terbebas dari masa lalu," aku Khouni.

Khouni sempat membawakan materi sosialisasi dalam rangka Hari anak Nasional (HAN). Ia merasa terbeban untuk sharing karena mencintai anak -anak. "Kawin di bawah umur adalah kekerasan terhadap anak. Dan isu mengenai kekerasan seksual pada anak dan menjadi isu penting," kata dia.

Bunga dalam testimoninya mengaku sejak usia dua tahun sudah ditinggal ayahnya. Ia hidup bersama ibu. Sempat dikucilkan saat tumbuh kembangnya, di kelas VII SMP mengalami kasus pemerkosaan dan tidak berani cerita karena tidak ada yang memperdulikan.

"Saya sempat pasrah masa depan hancur, bercita-cita menjadi Polwan, alami hal yang sangat pahit, sempat menjadi perempuan panggilan di usia 13 tahun itu karena tidak ada yang sayang. Tidak pernah merasakan kasih ayah dan saudara," cerita Bunga.

Di usia 15 tahun Bunga hamil karena pergaulan bebas. Usai melahirkan sempat jadi 'nakal' lagi dan menikah pada usia 16 tahun dengan pria berusia 55 tahun dan tidak merasakan kebahagian. Kemudian sempat terjerumus dengan narkoba dan minuman keras.

"Karena Tuhan bisa mengubah hidup saya, kepada anak-anak sekarang kalau kurang kasih sayang dari orang tua jangan lari ke hal negatif seperti sex bebas narkotika. Hidup akan hancur karena penyelasan dibelakang. Kalau alamai hal tidak enak harus lari kepada tuhan. Hal negatif rusak masa depan dan menghancurkan hidup," pesannya.(crz)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Fernando_Lumowa
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved