Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Warga Kilotiga 'Serbu' Kantor Bupati

Kantor Bupati Minahasa Selatan tiba-tiba 'diserbu' puluhan warga Desa Kilometer Tiga, Kamis (4/7), pukul 11.00 Wita.

Penulis: | Editor: Lodie_Tombeg

TRIBUNMANADO.CO.ID, AMURANG - Kantor Bupati Minahasa Selatan tiba-tiba 'diserbu' puluhan warga Desa Kilometer Tiga, Kamis (4/7), pukul 11.00 Wita. Mereka ingin menyampaikan keluhan terhadap pergantian Penjabat Hukum Tua, Deni Werupankey menjelang pemilihan kumtua (pilhut) akhir Agustus.

Kedatangan mereka diterima Wakil Bupati Minsel, Franky Wongkar bersama Kepala Badan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD), Benny Lumingkewas.

Meski penyampaian aspirasi berjalan tertib, namun beberapa warga yang diberi kesempatan menyampaikan pengeluhan terlihat emosional. Mereka memberikan penekanan secara tegas pada setiap kalimat yang diucapkan.

Menurut warga, pergantian Plt Kumtua secara mendadak menimbulkan banyak tanda tanya. Mereka menduga adanya oknum tertentu di balik pergantian itu.

Demikian disampaikan Ineke Alui, selaku warga dan Sekretaris Badan Pemberdayaan Desa (BPD) Kilotiga. "Menurut kabar yang kami dengar ada oknum tertentu yang melapor ke pemerintah mengenai Pak Deni karena unsur ketidaksenangan," katanya.

Dia minta pemerintah jangan hanya mendengar dari satu orang saja. "Jika memang ada isu yang buruk mengenai Desa Kilometer Tiga, silahkan turun langsung ke desa kami untuk sharing bersama bukan dengan cara yang seperti ini," ujar dia.

Lanjut wanita yang biasa disapa Ineke ini, adanya pergantian Penjabat Kumtua menimbulkan suasana yang tidak aman di desa. "Selama ini kami selalu menjaga hati agar tahapan pemilihan yang sekarang sudah sampai pada penetapan bakal calon berjalan dengan aman. Namun kenapa pemerintah memprovokasi keadaan yang tenang," ujar dia.

Imbauan pemerintah agar menjaga keamanan, namun justru dengan adanya pergantian Penjabat Kumtua secara tiba-tiba membuat warga menjadi ribut. "Pemerintah sudah membuat kami saling angkat pedang," kata dia.

Dia mengatakan, kalau memang alasan Deni ditarik karena kebutuhan, kenapa tidak diangkat sejak dahulu. Tapi yang terjadi justru, diangkat sebagai Penjabat Kumtua lalu diganti. Padahal tahapan pemilihan tinggal beberapa minggu lagi. Sedangkan berdasarkan SK yang ada, Deni ditetapkan sebagai Plt Kumtua hingga akhir Agustus.

Senada disampaikan Marten Pattyrannie selaku Kepala BPD. Dia merasa pergantian tersebut tidak perlu terjadi karena kinerja Deni dalam menjalankan tugas sangat baik. Setelah dipercayakan, dia bisa membuat Desa Kilometer Tiga menjadi lebih baik. Deni dinilai transparan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai pemerintah.

"Yang kami inginkan Pak Deni kembali menjabat sebagai Penjabat Kumtua. Biarlah Pak Deni menyelesaikan tugasnya hingga akhir pemilihan," kata dia.

Warga bahkan mengancam jika Pemkab tidak mengindahkan aspirasi, maka mereka akan melakukan penyegelan kantor kumtua dan melarang penjabat kumtua yang baru untuk datang di desa.

Menjawab pengeluhan warga, Wongkar mengatakan, akan menerima dan mempertimbangkan kembali aspirasi warga. Dia mengharapkan agar warga bersabar.

"Jika dibilang pemerintah sebagai provakator tentu tidak demikian. Selama ini pemerintah selalu berusaha menjaga keamanan dan ketertiban. Sehingga tidaklah mungkin kami memprovokasi keadaan," ujar dia.

Dia menegaskan, kebijakan pemerintah yang diduga karena ada masukan dari oknum tertentu juga salah. "Itu tidak benar. Setiap kebijakan yang ada sudah sesuai dengan aturan dan mekanisme. Pak Deni baru ditarik kembali memang karena dia dibutuhkan sekarang. Keadaan dulu dengan sekarang berbeda sehingga sekali lagi pergantian Pak Deni sudah sesuai mekanisme. Kami harap warga untuk bersabar. Aspirasi warga nantinya akan kami tampung dan sampaikan," ujar Wabup.

Pergantian Penjabat Kumtua Kilotiga dilakukan secara mendadak. Pada Rabu (3/7) proses pelantikan Penjabat Kumtua yang baru dilakukan bertempat di kantor Camat Amurang. Dia digantikan Robert Karinda. Deni dipindahtugaskan di Bagian Pemerintahan Pemkab Minsel. *

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved