Sekertaris DP4KKP Kotamobagu Ikut Terjaring Sidak
Listrik padam menjadi alasan Asrianto, seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas Tata Kota Kotamobagu untuk makan di luar kantor .
Penulis: Handhika Dawangi | Editor:
Laporan wartawan Tribun Manado Handhika Dawangi
TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU - Listrik padam menjadi alasan Asrianto, seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas Tata Kota Kotamobagu untuk makan di luar kantor saat jam kerja, Rabu (3/8) Pukul 10.30 wita.
Hal itu ia sampaikan kepada petugas Pol PP yang datang melaksanakan sidak di satu Rumah Makan Kelurahan Mongkonai tepatnya samping jembatan pintu masuk Kotamobagu.
"Selamat siang, maaf mengganggu. Kami dari Pol PP datang untuk sidak asn yang keluruyan saat jam kerja," ujar Rinto petugas Pol PP.
"Iya listrik sedang padam, jadi belum bisa melakukan pekerjaan. Untuk itu saya sempatkan untuk datang makan terlebih dahulu, sambil menunggu listrik ada," ujar Asrianto.
Tak jauh berbeda dengan sidak pada Selasa (2/8), kali ini ada saja PNS yang menghindari petugas Pol PP dan meninggalkan makanan di meja makan, bahkan telepon genggam. Itu terjadi di Satu Rumah Makan di rumah seorang warga Depan Kantor BPMD, PP, dan KB Kelurahan Motoboi Kecil.
Saat Pol PP tiba, sekitar empat PNS wanita tiba-tiba panik dan langsung berlari menyebar. Ada yang langsung menyeberang ke kantor BPMD, PP, dan KB, ada yang masuk ke dalam rumah warga tersebut dan mengunci diri, ada juga yang berlari ke bagian belakang rumah tersebut.
Petugas Pol PP yang datang tak bisa mengejar dan mengambil data identitas para asn tersebut. Hanya satu telepon genggam yang kemudian diamankan dan dibawa ke kantor Pol PP.
Setelah sidak selesai barulah satu PNS wanita datang ke kantor Pol PP. "Saya tadi saat sidak tidak disitu, saya berada di Kantor Wali Kota mengurus pekerjaan kantor. Hanya telepon genggam saya yang ketinggalan saat saya makan tadi pagi, sudah saya minta tolong rekan untuk mengambilnya," ujarnya yang mengaku ASN di BPMD, PP, dan KB saat ditemui di Kantor Pol PP.
Pada sidak asn hari ketiga memang banyak asn yang terjaring dan tidak bisa menunjukkan surat tugas. Bahkan Sekertaris DP4KKP Syahrudin sekalipun.
Saat Pol PP mendatangi satu rumah makan di Terminal Bonawang, Syahruddin tidak membantah bahwa dia berada di luar kantor saat jam kerja, namun ia punya alasan lain.
"Iya saya tau ini jam kantor. Saya memang sedang melaksanakan tugas luar di dalam kota. Surat tugas saya ada di kantor," ujar Syahruddin kepada petugas Pol PP.
Namun sayangnya, Syahruddin tidak bisa menunjukkan langsung surat tugas luar didalam kota saat itu juga. Nanti sidak selesai, barulah Syahruddin menunjukkan surat tugasnya ke petugas Pol PP di Kantor Pol PP. Iya memang benar tertulis didalam surat tugas nama Syahruddin satu diantaranya melaksanakan tugas luar di dalam kota mulai 3 Agustus 2016.
Kepala Kantor Pol PP Sahaya Mokoginta mengatakan ketika sidak dan PNS yang berada di luar kantor saat jam kerja tidak bisa menunjukkan surat atau rekomendasi pimpinan untuk berada di luar kantor memang akan langsung didata identitas dan dilaporkan ke BKDD.
Namun sebaliknya meskipun ada surat tugas atau rekomendasi, namun tempatnya tidak sesuai dengan surat tugas tetap akan dilaporkan ke BKDD.
"Kan jam kerja sudah jelas. Meskipun ada surat tugas namun saat disidak berada di lokasi yang tidak sesuai dengan surat tugas, maka itu tetap akan dilaporkan. Makan sudah ada waktunya," ujar dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/pns-tepergok_20160802_192149.jpg)