Rifky Senang Lukisannya Dibawa Menristek
Rifky Sagay, mahasiswa Jurusan Seni Rupa Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado, senang.
Penulis: Alpen_Martinus | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO - Rifky Sagay, mahasiswa Jurusan Seni Rupa Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado, senang. Lukisan Gus Dur karyanya yang terbuat dari kulit pisang dibawa pulang oleh Menteri Riset dan Teknologi Direktorat Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti), Munammad Nasir, Saat berkunjung ke Unima, Jumat (29/7).
Menristek Dikti melihat beberapa lukisan yang dipajang dan sangat senang melihat lukisan unik tokoh yang dikaguminya tersebut. Dia langsung meminta untuk dibawa pulang.
"Saya sangat senang, ini sudah menujukkan seniman Sulut bisa seimbang dengan seniman dari seniman daerah lain, saya sangat bersyukur, kemudian minggu depan juga akan bawa karya ke Solo untuk diberikan ke Presiden, sehingga lukisan tadi saya berikan kepada bapak Menteri sebagai apresiasi," kata dia.
Menristek Dikti sengaja datang ke Unima untuk meletakkan batu pertama bangunan kawasan Pembangunan Mentalitas Pancasila.
Hadir Bupati Minahasa, Jantje Sajow bersama Forkopimda Minahasa, seluruh anggota senat Unima, mahasiswa, serta tamu lainnya.
Menristek Dikti juga menyerahkan SK Prodi untuk IKM, serta menandatangani prasasti beberapa pekerjaan di Unima.
"Ini merupakan inisiasi luar biasa, mungkin tahun depan kita akan lokasi anggaran, sebab memang saya inginkan semua perguruan tinggi menjadi pilar untuk jaga moral, mutu, kemajuan, dan kedamaian," jelasnya.
Dia mengharapkan agar semua warga Unima bisa saling menghargai satu sama yang lain. "Mudahan hubungan Bupati dengan Forkopimda bisa mendukung Unima menjaga perdamaian," jelas dia.
Dijelaskannya, dengan adanya batu peletakan pertama ini bukan hanya sekadar simbolisasi tapi bagaimana wujudkan kedamaian itu sendiri, juga menjaga persatuan.
"Saya berharap kawasan ini akan ciptakan kedamaian baik di Unima ataupun di masyarakat sekitar, dan berpengaruh untuk semuanya," jelas dia.
Usai peresmian tersebut, dia kemudian pergi untuk salat kemudian kembali lagi ke Unima untuk makan siang. Saat tiba di Unima itulah dia menyempatkan diri untuk melihat lukisan yang dipajang, kemudian mendapatkan lukisan Gus Dur. *
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/menristek-muhammad-nasir_20160422_232214.jpg)