Wabup Boltim Ingatkan Etika PNS Dihadapan Atasan
Wakil Bupati (Wabup) Bolaang Mongondow Timur (Boltim) membuka pendidikan dan pelatihan (Diklat) Prajabatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).
Penulis: Aldi Ponge | Editor:
Laporan wartawan Tribun Manado Aldi Ponge
TRIBUNMANADO.CO.ID, TUTUYAN -Wakil Bupati (Wabup) Bolaang Mongondow Timur (Boltim) membuka pendidikan dan pelatihan (Diklat) Prajabatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) golongan III, pada Selasa (19/5)
Wabup Boltim, Rusdi Gumalangit dihadapan para CPNS menyinggung perubahan sikap aparatur dalam beberapa tahun terakhir. Katanya, sebagian besar PNS yang diterima dalam beberapa tahun ini tak memiliki etika dihadapan atasan.
"Kalau jaman saya, walaupun eselon III mau ketemu eselon II saja segan. Tapi saat ini, staf bertemu kepala dinas dan kepala badan tak ada etika," beber mantan kepala badan Pemberdayaan masyarakat dan pemerintah desa (BPMPD) Boltim ini.
Dia mengaku prihatin atas merosotnya etika PNS. Dia berharap adanya etika menghormati atasan agar ditanamkan kembali. "Bukan gila hormat, tapi sebagai PNS dan birokrat harus mampu menunjukkan etika. Sering sekali dihadapan bupati, wakil bupati dan sekda seperti mau ditabrak juga. Apalagi yang tenaga honorer, sudah tak tahu menahu mana yang atasan," ungkapnya.
Dia pun menyoroti kinerja PNS Boltim yang dinilainya rendah. Kendati menggunakan absen sidik jari namun tak memberikan efek yang berarti.
"Jam 10 sudah di kantin, dulu diterapkan absen siang, lalu pulang istirahat datang lagi apel sore. Banyak pekerjaan yang terbengkalai. Kalian (CPNS) tunjukan kinerja kemampuan menyelesaikan tugas sebagai PNS," tegasnya.
Katanya, prajabatan sebagai proses yang wajib diikuti sebagai prasyarat untuk menjadi PNS. Prajab merupakan suatu kewajiban bagi PNS dalam rangka pengembangan diri sebagai aparatur pemerintah.
"PNS mempunyai peran besar dalam keberhasilan penyelenggaran pemerintahan dan pembangunan. Sosok seperti itu adalah mereka yang berperilaku baik, memiliki ketaatan dan kepatuhan, bermoral dan bermental baik serta profesional," terangnya
Kepala Badan Diklat Propinsi, Noudy Tendean mengapresiasi pemda boltim dalam menggelar kegiatan yang bermitra dengan Badan diklat tersebut. "Peserta akan dibentuk menjadi pribadi yang mapan dan kreatif," ucapnya.
Diklat memiliki pola baru dengan dua tahapan pembelajaran yakni internalisasi nilai dasar PNS di kelas dan aktialisasi nilai dasar di kantor. "Mereka akan menyusun laporan pelaksanaan aktualisasi untuk diseminarkan," bebernya.
Kepala Badan Diklat dan Kepegawaian Daerah (BKDD) Boltim, Darwis Lasabuda melalui Bidang Diklat, Wenadi Apande mengatakan diklat prajabatan untuk membentuk PNS yang disiplin, memiliki loyalitas, profesional, dan memiliki pengetahuan serta wawasan sebagai pelayan masyarakat.
"Ada sebanyak 115 peserta yang ikut, satu diantaranya PNS Boltim. Mereka akan mengikuti kegiatan selama 33 hari dengan sistem klasikal dan non klasikal. Semua dibiayai pemda dengan anggaran Rp 580 juta," terangnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/diklat-prajabatan-boltim_20160719_203230.jpg)