Tak Kantongi Izin, Pemkab Ingatkan 21 Depot Air Minum di Boltim

Kepala Bidang Pengawasan dan pengendalian, BPMPTSP Boltim, Abdul Mudar Mokoagow meminta agar semua pemilik depot air minum mengurus ijin.

Laporan Wartawan Tribun Manado Aldi Ponge

TRIBUNMANADO.CO.ID, TUTUYAN - Sebanyak 21 depot air minum isi ulang di Bolaang Mongondouw Timur (Boltim) wajib mengurus memeriksan sampel air yang diperjualbelikan ke laboratorium berkreditasi.

Kepala Bidang Pengawasan dan pengendalian, BPMPTSP Boltim, Abdul Mudar Mokoagow meminta agar semua pemilik depot air minum mengurus izin dan rekomendasi hasil uji sampel air.

"Memang 70 persen sudah kami keluarkan izin, tapi mereka tetap harus memiliki rekomendasi hasil pemeriksaan laboratorium dari dinas kesehatan," katanya, pada Minggu (17/7)

Pemilik depot diberi waktu tiga bulan untuk segera mengurus hasil pemeriksaan laboratorium sejak ijin usaha diterbitkan BPMPTSP. 

"Minggu depan kami akan melakukan penertiban izin usaha termasuk untuk depot air minum. Jika ada yang tak memiliki izin akan kami berikan sanksi," tegasnya.

Kadis kesehatan Eko Marsidi mengatakan pihaknya terus melakukan pengontrolan kondisi usaha penjualan air minim isi ulang. "Setiap tiga bulan sekali kami cek, termasuk kebersihan lokasi usaha," bebernya.

Dia mengakui setiap usaha depot air minim isi ulang wajib memiliki hasil pemeriksaan laboratorium terhadap air yang perjualbelikan.

Hal tersebut harus dilakukan setiap tiga bulan sekali dilaboratorium terakreditasi seperti di unsrat dan Balai Teknis Kesehatan Lingkungan (BTKL) Manado.

"Kami hanya mengingatkan dan menganjurkan mereka untuk uji sampel. Kewenangan (penertiban) di satu atap (BPMPTSP)," ungkapnya.

Dia mengakui ada depot air minum yang belum memenuhi syarat tersebut. "Kami sudah ingatkan, jika sampai dua kali ditemukan. kami akan meminta satu atap untuk tak memperpanjang izin," tegasnya.

Diketahui, depot air minum isi ulang wajib mengurus rekemondasi hasil uji sampel untuk menjami higinisnya air yang dikonsumsi masyarakat tersebut.

Sebab dikuatirkan mengandung bakteri ecoli dan staphylococcus aureus yang bisa menyebabkan diare bahkan kematian.

Sehingga masyarakat disarankan agar tak dikomsumsi langsung air minum isi ulang, melainkan dimasak terlebih dahulu.

Selain itu air minum isi ulang disarankan agar tak dijual secara eceran di warung-warung dalam waktu yang lama. Beberapa kasus, air minum isi ulang berubah warna. Jika disimpan lebih dari seminggu.

Penulis: Aldi Ponge
Editor:
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved