Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Bagaimana Nasib BlackBerry 10 Sebenarnya?

BlackBerry membantah kabar yang menyebutkan akan dihentikannya produksi dari perangkat berbasis sistem operasi BlackBerry 10 (BB10).

Editor: Andrew_Pattymahu
NET
Ilustrasi BBM 

TRIBUNMANADO.CO.ID-BlackBerry membantah kabar yang menyebutkan akan dihentikannya produksi dari perangkat berbasis sistem operasi BlackBerry 10 (BB10).

Pernyataan tersebut diutarakan sebagai buntut dari informasi yang dibeberkan oleh Senat AS beberapa waktu lalu.

Kala itu, dikatakan bahwa pegawai Senat AS sudah tidak boleh meminta perangkat berbasis BB10 sebagai alat kerja. Pasalnya, dua operator penyedia produk tersebut, Verizon dan AT&T, mengaku sudah tidak mendapatkan lagi produk BB10 dari BlackBerry.

"BlackBerry menginfromasikan kepada Verizon dan AT&T bahwa produksi semua perangkat BB10 (Q10, Z10, Z30, Passport, dan Classic) telah dihentikan," tulis Senat AS.

Tidak lama setelah kabar tersebut beredar, BlackBerry buru-buru memberikan konfirmasi. Perusahaan asal Kanada tersebut menyatkan bahwa informasi mengenai penghentian produksi tersebut tidaklah tepat.

"Pernyataan mengenai penghentian BB10 di AT&T dan Verizon itu salah," tulis BlackBerry, sebagaimana KompasTekno rangkum Venture Beat, Rabu (6/7/2016).

Meski tidak menyebutkan bakal merilis produk baru atau tidak, BlackBerry menyatakan tetap akan mendukung sistem operasi bikinannya itu. Bahkan, update barunya sudah siap untuk dirilis.

"Kami berfokus pada pembaruan software untuk BB10, dengan versi 10.3.3 dijadwalkan untuk bulan depan, dan update kedua mengikuti di tahun depan," imbuhnya.

Meskipun begitu, ternyata BlackBerry sudah berencana untuk menghentikan produksi salah satu perangkat berbasis BB10 miliknya, yakni BlackBerry Classic.

Dalam pernyataan terpisah, BlackBerry menceritakan alasan di balik keputusannya tersebut.

BlackBerry Classic, yang disebut juga sebagai Q20, dianggap sudah jauh melampaui rentang waktu rata-rata kehadiran sebuah smartphone di pasar.

"Untuk BlackBerry, dan lebih penting bagi pelanggan kami, keputusan tersulit adalah menerima perubahan untuk pengalaman yang lebih baru dan baik," tulis Ralph Pini, COO dan General Manager Devices BlackBerry.

"Agar tetap bisa berinovasi dan melanjutkan portfolio, kami memperbarui lini smartphone," tutupnya.

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved